Kompas.com - 11/01/2016, 19:45 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

Sedangkan cara kerja MOM ada dua, yang pasif dan aktif. Untuk yang pasif, pasien hanya perlu membuka portal web MOM, kemudian mengisi data-data kesehatan yang selanjutnya nanti akan dimonitor oleh tim dokter dan juga akan diperbarui tingkat risiko kehamilannya.

"Jika berisiko tinggi, tim kesehatan akan mengunjungi langsung rumah pasien untuk melakukan pengecekan lanjutan,” ujar Hermawan Sujito, Regional Sales Manager – Healthcare Philips Health System.

Lalu untuk yang aktif, menurut dr. Edwin Suprayogi, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, kader MOM akan menginfokan ke tim kesehatan soal adanya ibu hamil yang tidak ingin melakukan pemeriksaan di puskesmas untuk diketahui risiko kehamilannya.

“Kemudian, bidan akan mengunjungi langsung rumah pasien tersebut dan melakukan beberapa pengecekan seperti tekanan darah, cek gula darah dan berat badan. Selanjutnya, data tersebut akan dikumpulkan dan dikirim ke server guna pemonitoran kondisi pasien oleh bidan dan dokter,” jelas dr. Edwin.

Diakui dr. Edwin Suprayogi, program ini sangat membantu masyarakat Sijunjung, khususnya bagi ibu hamil, yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.

“Memeriksakan kehamilan merupakan tantangan tersendiri bagi masyarakat kami (Sijunjung) mengingat jauhnya jarak yang harus ditempuh dari rumah ke klinik terdekat,” ujarnya saat temu media di Hotel JS Luwansa, Jakarta (11/01/16).

Pada kesempatan yang sama Suryo Suwignjo, Direktur Utama Philips Indonesia mengatakan bahwa dengan adanya solusi ini, Philips dapat berperan membantu masyarakat terpencil untuk mendapatkan layanan kesehatan tepat waktu.

“Biasanya, suatu kehamilan berisiko tinggi baru diketahui ketika ibu hendak melahirkan, bukan sebelumnya. Program solusi ini akan sangat membantu deteksi dini dengan memberikan alert kepada petugas kesehatan, jika ibu tersebut kehamilannya berisiko tinggi,” kata Suryo.

Dalam program percontohan selama setahun sebelumnya, Philips telah bekerjasama dengan Bundamedik Healthcare System, hasilnya deteksi dini kehamilan berisiko tinggi meningkat tiga kali lipat.

Program tersebut melibatkan lebih dari 650 kehamilan dan tak satu pun ibu hamil meninggal karena penyebab kematian yang berhubungan dengan kematian dan kelahiran dapat dihindari.

MOM sendiri dikembangkan sejak tahun 2013 di India. Selain Kabupaten Sijunjung, MOM juga ditargetkan untuk diperkenalkan ke daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan ke luar negeri seperti India dan Afrika. (Gibran Maulana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.