Kompas.com - 20/01/2016, 19:16 WIB
Runtastic secara resmi memperkenalkan produknya ke Indonesia. Dok RuntasticRuntastic secara resmi memperkenalkan produknya ke Indonesia.
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com – Kehadiran gadget yang bisa mendukung gaya hidup sehat kini semakin banyak di pasaran. Mulai dari aplikasi untuk menghitung kalori, hingga jam tangan pintar untuk mendampingi kita menjalankan latihan kebugaran.

 Yang terbaru adalah jam tangan pintar dari Runtastic,  sebuah perusahaan inovasi teknologi asal Austria. Runtastic meluncurkan meluncurkan Runtastic Orbit dan Runtastic Moment di Jakarta (20/1). Kedua produk tersebut merupakan jam tangan pintar  yang dilengkapi dengan fitur dan fungsi fitness tracker atau pemantau kesehatan.

Menurut penjelasan Ady Yanto, Product Manager PT. Achieva Technology, jam tangan pintar tersebut akan bekerja sebagai fitness tracker setelah disinkronkan dengan aplikasi Runtastic Me yang dinstal di smartphone.  Aplikasi tersebut bisa dipasang disemua jenis ponsel pintar mulai dari Android, IOS hingga Windows.

Fungsi dari jam tangan ini antara lain  memantau dan mencatat jumlah langkah penggunanya dalam sehari, menit aktif bergerak, kualitas tidur, jumlah kalori yang terbakar, detak jantung, alarm dan jumlah jarak yang penggunanya tempuh dalam sehari.

Selain itu, jika kita tak aktif bergerak, jam tangan ini akan bergetar dan memberi peringatan.  “Kelebihan lain dari jam pintar ini adalah  disainnya yang lebih bergaya. Di pasaran juga belum ada kompetitor lain yang menawarkan tracker yang menggunakan jam analog,” kata Ady.

 Jam pintar tipe Runtastic Moment  dapat menggunakan baterai jam tangan biasa dan tahan hingga 6 bulan. Di samping itu, pengguna bisa mengganti baterainya di tempat servis jam

 
“Sedangkan kelebihan Orbit adalah strapnya tidak akan menimbulkan iritasi karena ini medical grade. produk lain ada yang bermasalah dengan strapnya,” jelasnya.

 Ady mengakui jam pintar ini tidak memiliki keakuratan sampai 100 persen, namun selisihnya sangat kecil. “Tapi akurasinya lebih besar dibanding produk sejenis lainnya. Ada produk yang menghitung ayunan tangan kita sebagai langkah,” katanya.

 Kedua produk tersebut, lanjut Ady, dijual melalui berbagai situs e-commerce dengan harga mulai dari Rp 1,6 juta hingga Rp 2,8 juta.   (Gibran Maulana)

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
Insufisiensi Trikuspid

Insufisiensi Trikuspid

Penyakit
Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.