Nyamuk Frankenstein Diklaim Mampu Melawan Nyamuk Penyebab Zika

Kompas.com - 29/01/2016, 18:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Namanya OX513A atau ada juga yang menyebutnya nyamuk Robo-Frankenstein. Ini adalah nyamuk Aedes aegypti jantan mutan alias nyamuk yang genetiknya sudah dimodifikasi oleh para ilmuwan dari perusahaan bioteknologi Oxitec di Inggris. Nyamuk inilah yang kini disebut-sebut sebagai lawan tangguh betina Aedes penyebar virus Zika.

 

Berita terbaru menyebutkan, ada sekitar 800 ribu nyamuk mutan yang dilepas di kota Piracicaba, Brasil, setiap minggunya.

 

Nyamuk mutan komersial ini pertama kali dikembangbiakkan pada tahun 2002 untuk menghambat perluasan wilayah kembangbiak dan jelajah nyamuk Aedes aegypti. Kemudian mulai tahun lalu, nyamuk ini  digunakan di Piracicaba untuk menghentikan peningkatan kasus DBD.

 

Oxitec mengatakan bahwa selama delapan bulan terakhir, jumlah nyamuk Aedes aegypti telah berkurang sebanyak 82 persen di lingkungan tempat nyamuk Frankenstein dilepaskan, sementara jumlah kasus DBD telah turun dari 133 kasus menjadi hanya satu kasus.

 

Meski Oxitec mengklaim keberhasilan ciptaannya, pihak berwenang kota Piracicaba masih menangguhkan izin bagi Oxitec untuk berbuat lebih jauh.

 

Cara kerja nyamuk mutan ini adalah dengan mengawini nyamuk Aedes betina  di alam liar dan menghasilkan gen yang menyebabkan anak-anak mereka mati sebelum mencapai usia dewasa. Dengan demikian, populasi nyamuk Aedes akan berkurang.

 

Pihak otoritas pengendalian nyamuk setempat mengatakan, mereka masih menganggap nyamuk ciptaan Oxitec sebagai alternatif jika metode tradisional memerangi nyamuk Aedes aegypti, yang dapat menularkan DBD dan Zika, gagal.

 

Aedes aegypti, yang bertelur di genangan air bersih, memicu alarm kewaspadaan ketika September lalu otoritas kesehatan mendeteksi peningkatan kasus mikrosefali. Mikrosefali adalah  gangguan perkembangan saraf di mana bayi lahir dengan ukuran kepala lebih kecil dari normal.

 

Sebanyak 3.893 kasus dugaan mikrosefali yang diduga disebabkan oleh virus Zika atau agen infeksi lain, telah terdaftar secara nasional meskipun sejauh ini yang telah terkonfirmasi hanya 224 kasus, kata pemerintah Brasil. Ada sekitar 100 kasus dari bayi lahir dengan mikrosefalus di Brazil tahun sebelumnya, ketika belum kedatangan virus Zika di negara Amerika Selatan itu.

 

Virus Zika juga dicurigai sebagai penyebab  wabah  sindrom Guillain-Barre dalam skala lebih kecil. Sindrom Guillain-Barre adalah gangguan autoimun yang sangat jarang terjadi dan bisa mengancam nyawa. Hingga saat ini, Zika telah menginfeksi 24 negara, kebanyakan adalah negara-negara Amerika Latin.

 

Menurut Oxitec,  nyamuk mutan Robo-Frankenstein juga diujicobakan di Kepulauan Cayman, Malaysia dan Panama. Belum ada laporan mengenai keberhasilan atau kegagalannya.

 

Tahun lalu, Oxitec mengumumkan bahwa pusat pegembangbiakkan nyamuk Robo-Frankeinstein di Piracicaba diharapkan dapat melindungi setidaknya 300 ribu penduduk setempat.


Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan lebih lanjut, apakah ada efek negatif dari nyamuk mutan Robo-Frankenstein ini.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Sumber Fox News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X