Kompas.com - 16/03/2016, 07:07 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Untuk mendapatkan kesimpulan tersebut, peneliti melihat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dan tingkat kematian selama beberapa tahun di antara 50.000 perempuan dan 5.000 laki-laki usia 40 ke atas di provinsi Kanada Manitoba.

Para peneliti menemukan bahwa wanita kurus, dengan BMI kurang dari 22,5, memiliki risiko kematian 44% lebih tinggi selama periode tujuh tahun penelitian. Di sisi lain, wanita gemuk dengan total lemak tubuh lebih dari 38,7%, memiliki tingkat kematian 19% lebih tinggi.

Untuk menghitung jumlah lemak pada tubuh wanita, peneliti tidak mengandalkan perhitungan IMT—yang merupakan ukuran berat berdasarkan jumlah lemak dan otot—melainkan langsung melihat jumlah lemak di tubuh responden.

Untuk kelompok pria, pria dengan BMI kurang dari 23,8, memiliki tingkat kematian 45% lebih tinggi selama periode penelitian sekitar 4,5 tahun, sedangkan pria dengan jumlah lemak tubuh lebih dari 36%, memiliki risiko kematian 59% lebih tinggi selama periode penelitian.

"Terlalu kurus bisa menjadi awal munculnya penyakit pada beberapa individu. Pada saat yang sama, kelebihan berat badan dan obesitas juga tidak optimal untuk kesehatan," kata Dr William D. Leslie, penulis studi yang merupakan profesor kedokteran dan radiologi di University of Manitoba.

Leslie menambahkan, menjadi terlalu kurus dikaitkan dengan tubuh yang tidak fit dan tidak memiliki kekuatan massa otot. Sehingga, sebaiknya orang yang terlalu kurus segera memperbaiki berat badan untuk bisa mencapai berat normal.

ketimbang orang yang kurus, saat ini jumlah orang yang gemuk atau obesitas jauh lebih banyak.

Namun, peneliti mengakui bahwa penelitian ini masih punya keterbatasan. Sebab, para peneliti tidak melihat secara detail apa penyebab kematian yang dialami responden, dan hanya melihat responden yang meninggal selama masa penelitian. Dan tidak melihat bagaimana kondisi kesehatan responden sebelum memasuki periode penelitian.

Walau begitu, Dr Carl Lavie, direktur medis dari pusat rehabilitasi dan pencegahan penyakit jantung di John Ochsner Heart & Vascular Institute di New Orleans mengatakan, “Orang dewasa setengah baya atau lebih tua yang kelebihan berat badan atau bahkan cukup gemuk memiliki tingkat kematian lebih tinggi ketimbang mereka yang berada di kisaran berat badan normal.”

Sebaliknya, penelitian tersebut mungkin ingin menekankan kepada responden dengan berat badan kurang untuk menjaga kebugaran. Sehingga dapat memiliki tubuh kurus yang ‘layak’.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.