Kompas.com - 17/04/2016, 18:43 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

Obat-obatan yang dapat membantu mencegah migrain termasuk beta-blocker, obat antikejang, antidepresan, calcium channel blockers, dan untuk migrain kronis saja bisa mendapat suntikan Botox.

 

Untuk solusi alami, koenzim Q10, vitamin B2, dan magnesium juga dapat membantu. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mencoba salah satu jenis terapi.

 

Ada juga pengobatan berteknologi tinggi seperti Cefaly, yang telah disetujui FDA. Guna perangkat ini adalah merangsang cabang saraf trigeminal di atas mata untuk mencegah rasa sakit, dan menstimulasi magnetik transkranial, memicu pulsa magnetik ke belakang kepala untuk meredakan migrain dengan aura.

 

Penting juga untuk Anda mengetahui dan menghindari pemicu migrain seperti misalnya stres, lupa makan, perubahan pola tidur, bahan kimia dan pengawet (seperti MSG atau nitrat) dalam makanan dan minuman, kafein, perubahan pola cuaca, dan fluktuasi hormonal. Anda juga bisa mencoba metode alami penghilang stres seperti yoga, meditasi mindfulness, dan biofeedback.

 

Sakit kepala klaster

Sakit kepala klaster biasanya tidak terkait dengan pemicu eksternal, tapi berkaitan dengan kelainan pada hipotalamus.

 

Ketika kambuh, terapi oksigen dan suntikan sumatriptan (obat nyeri) dapat menghentikan gejalanya. Dokter mungkin menggunakan obat-obatan seperti calcium channel blockers dan kortikosteroid, serta suntikan pemblokir saraf, untuk mencegah kekambuhan.

 

Sakit kepala PMS

Apakah Anda mengalami sakit kepala sebelum atau selama periode menstruasi? Anda tidak sendiri. "Salah satu pemicu terkuat sakit kepala ini adalah perubahan hormonal, karena turunnya kadar estrogen," jelas Jack Schim, MD.

 

Untuk mengatasinya, mungkin Anda bisa mempertimbangkan minum pil KB. "Jika Anda tidak mengalami penurunan hormon, Anda tidak akan merasakan sakit kepala," jelas Lauren Streicher, MD, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine.

 

Tidak ingin minum pil? Pertimbangkan pil estrogen dosis rendah. Konsumsi selama seminggu, mulai tiga hari sebelum periode menstruasi Anda.

 

"Ini berguna untuk menjaga kadar estrogen turun dengan drastis," kata Dr Streicher. Anda masih akan mendapatkan haid, tapi tidak akan sesengsara biasanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.