Zat Kimia dalam Deodoran, Perlukah Dikhawatirkan?

Kompas.com - 08/07/2016, 12:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kita pasti tak akan menelan sesendok bahan-bahan kosmetik yang bersifat toksik. Tetapi, tanpa disadari dengan mengoleskannya pada bagian ketiak sebenarnya efeknya sama bahayanya.

Para pakar memperingatkan bahaya beberapa zat kimia yang sering dipakai dalam produk deodoran.

"Saat kita makan sesuatu, zat itu akan dipecah oleh liver dan sistem pencernaan. Tapi jika menggunakannya pada kulit, butuh waktu tertentu sampai zat itu masuk ke peredaran darah tanpa dimetabolisme," kata Heather Patisaul, Ph.D, associate profesor biologi dari North Caroline State University.

Patisaul banyak meneliti tentang pengganggu hormonal, zat kimia yang merusak fungsi hormon perkembangan dan reproduksi.

Ia mengatakan, mengoleskan sesuatu ke kulit, tak berarti zat tertentu akan masuk ke peredaran darah. Hal itu tergantung pada jenis zat kimianya. Namun, hasil tes darah menunjukkan bahwa ada banyak zat yang biasa dipakai dalam produk deodoran bisa masuk ke dalam tubuh.

Penelitian juga menunjukkan, kandungan tertentu dalam deodoran diserap dan disimpan dalam sel lemak, terutama di bagian ketiak.

"Jaringan ketiak Anda juga mengandung reseptor hormon, yang akan bereaksi pada zat-zat dalam deodoran," kata Philip Harvey, Ph.D, editor in chief Journal of Applied Toxicology.

Karena alasan tersebut, pakar seperti Harvey dan Patisaul khawatir kandungan dalam deodoran dan antiperspiran akan menyebabkan gangguan reproduksi, bahkan kanker.

Kandungan dalam deodoran yang perlu diwaspadai adalah:

- Paraben
Ada berbagai jenis paraben yang dipakai sebagai pengawet dalam deodoran dan produk perawatan tubuh lainnya. Penelitian menyebut, paraben bisa mengganggu fungsi tubuh dalam memproduksi dan mengatur hormon estrogen dan hormon lainnya.

Halaman:

Sumber time.com
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X