Kompas.com - 26/09/2016, 09:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Dalam sebuah studi baru, peneliti membandingkan efek pereda stres antara liburan sambil meditasi dan liburan yang hanya bersantai.

Para peneliti mengukur aktivitas gen, aliran darah, dan segala sistem tubuh yang berhubungan dengan gejala stres pada peserta.

Mereka melaporkan, liburan sambil meditasi memberikan efek langsung pada kesejahteraan di semua peserta. Bagi peserta yang terus bermeditasi setelah liburan, manfaat yang sama terlihat bahkan hingga 10 bulan kemudian.

"Liburan di lingkungan yang santai seperti resort dapat membawa Anda jauh dari tekanan yang dihadapi sehari-hari, yang mungkin dapat mengurangi pikiran yang menimbulkan stres secara langsung, seperti tekanan untuk memenuhi tenggat waktu, berurusan dengan pelanggan yang marah , berjuang dengan rekan-rekan untuk mencapai misi Anda atau apa pun,” kata penulis senior Dr Eric Schadt, direktur Icahn Institute for Genomics and Multiscale Biology at Mount Sinaidi New York.

Ia melanjutkan, namun liburan yang diisi dengan meditasi lebih memungkinkan tubuh Anda untuk keluar dari stres, mengurangi tingkat stres, yang pada gilirannya memengaruhi gen yang berkaitan dengan sel-sel yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh," katanya.

"Kami tidak tahu persis tentang ini, tetapi mengingat adanya asosiasi dengan tanda penuaan, ada potensi bahwa liburan sambal meditasi bisa meningkatkan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan dan umur panjang," kata Schadt Reuters Health melalui email.

Dalam penelitian mereka, para peneliti melibatkan 102 wanita usia 30 sampai 60 dalam penelitian dan menguji darah mereka sebelum dan setelah lima hari liburan di La Costa Resort dan Spa di Carlsbad, California.

Selain memberikan sampel darah sebelum dan setelah liburan maupun meditasi, para wanita juga melaporkan gejala depresi, stres, vitalitas dan kewaspadaan pada hari lima, satu bulan kemudian dan 10 bulan kemudian.

Skor kesejahteraan psikologis ditingkatkan untuk kedua kelompok pada hari lima liburan dan satu bulan kemudian.

Namun, pada titik 10 bulan, wanita yang telah bermeditasi selama liburan memiliki penurunan lebih besar dalam gejala depresi dan stres ketimbang mereka yang hanya liburan tanpa meditasi, menurut hasil yang dilaporkan dalam Translational Psychiatry.

Gen perubahan ekspresi dan penanda penuaan dalam sampel darah juga telah meningkat secara signifikan untuk peserta yang berlibur sambil meditasi.

Selain itu, wanita yang sebelumnya sudah aktif meditasi memiliki aktivitas yang lebih tinggi pada telomerase, enzim yang bertanggung jawab dalam perbaikan dan melindungi ujung kromosom.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.