Kompas.com - 07/11/2016, 20:40 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Ada sejumlah tips dari ahli untuk menjaga kesehatan organ intim wanita, terutama setelah berhubungan seksual.

Ahli ginekologi dari Kansas, Leslie EF Page, mengatakan, organ intim jadi lebih berisiko terkena infeksi setelah penetrasi seksual. Untuk mencegahnya, tiga hal ini harus dihindari segera setelah berhubungan seks:

1. Menyabuni
Bila merasa perlu menyegarkan organ intim setelah seks, pastikan jangan menggunakan sabun. Memang terdengar bersih, tetapi sabun merugikan kesehatan organ intim. Sabun tak hanya berisiko menimbulkan reaksi alergi, sabun pun menyebabkan iritasi dan kekeringan pada vagina," kata ahli kebidanan Robert Wool.

Saat mandi, bersihkan organ intim hanya dengan air. "Vagina adalah organ yang dapat membersihkan diri sendiri dan harus dirawat dengan lembut," kata Page.

2. Lupa buang air kecil
Buang air kecil setelah berhubungan seks itu penting. Selama berhubungan seks itu, bakteri dapat masuk ke dalam kandung kemih. "Hal ini dapat menyebabkan infeksi kandung kemih pasca-hubungan seks," kata Wool. "Kosongkan kandung kemih dalam satu jam setelah seks," tambahnya.

3. Berendam di air panas
Berendam dalam air panas setelah berhubungan seks terdengar sempurna, tetapi kurang menguntungkan untuk organ intim perempuan. Ini berarti membuat Anda terpapar bakteri di kulit dan anus sementara paparan air dapat mengurangi efisiensi pelindung antimikroba di kulit.

"Ketika vulva membengkak sebagai respons terhadap stimulasi seksual, ini mengungkap pembukaan vagina yang berarti Anda lebih berisiko terkena infeksi," ujar Page.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.