Kompas.com - 13/12/2019, 10:30 WIB
ilustrasi pelukan AntonioGuillemilustrasi pelukan

KOMPAS.com - Saat berpelukan dengan seseorang yang kita sayangi biasanya muncul rasa tenang dan damai dalam hati.

Ternyata, berpelukan bukan sekadar sentuhan fisik belaka. Ada banyak manfaat kesehatan dibalik aktivitas ini.

Menurut para ahli, manfaat berpelukan melampaui perasaan hangat yang kita dapatkan ketika kita menggandeng lengan seseorang.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut manfaat kesehatan berpelukan:

1. Mengurangi stres

Saat ada saudara atau orang terdekat kita mengalami suatu masalah, coba beri mereka pelukan.

Menurut para ahli, pelukan menunjukan dukungan kepada orang lain melalui sentuhan dan dapat mengurangi stres orang yang kita peluk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sebagian Milenial Masih Percaya HIV Bisa Menular Lewat Pelukan

Riset 2014 yang dilakukan oleh peneliti dari Carnegie Mellon University, Pittsburgh, membuktikan bahwa pelukan bisa menghambat datangnya stres.

Menurut peneliti, manfaat itu terjadi karena saat berpelukan kita merasakan tingkat dukungan sosial yang lebih besar. Hal inilah yang sangat membantu kita dalam melewati masa-masa stres.

2. Memberi efek menenangkan

Riset 2018 yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One membuktikan, pelukan bisa memberi efek menenangkan yang terasa hingga sepanjang hari bahkan ketika kita mengalami konflik di hari yang sama.

Dalam riset tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa orang-orang yang mendapatkan pelukan tidak terlalu terpengaruh oleh konflik yang terjadi daripada orang-orang yang tidak mendapatkan pelukan.

Menurut Micahel Murphy, selaku pemimpin riset, hal tersebut terjadi karena sentuhan dapat menonaktikan bagian otak yang merespona ancaman.

"Pelukan juga meminimalisir pelepasan hormon pemicu stres dan mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular," tambah Murphy.

Periset juga mengatakan, sentuhan interpersonal dapat memodulasi oksitosin dan sistem opioid endogen.

Oksitosin merupakan hormon pemicu rasa bahagia. Sementara itu, sistem opioid endogen merupakan neuron di otak yang dapat menghasilkan bahan kimia yang menenangkan.

Kedua hal tersebut sangat berfungsi dalam meningkatkan kesehatan.

"Merasa lebih aman dan diperhatikan meminimalisir sensitifitas kita terhadap rasa sakit fisik dan pengalaman yang berpotensi mengancam," ucap Murphy.

Baca juga: Manfaat Pelukan untuk Kualitas Hidup

3. Meredakan kecemasan dan depresi

Penelitian menunjukkan pelukan dapat melepaskan dopamin di otak, yang dikenal sebagai hormon kesenangan yang mendorong perasaan bahagia.

Mereka yang memiliki gangguan suasana hati, seperti depresi, biasanya memiliki kadar dopamin yang rendah. Dengan memberi pelukan, hal tersebut bisa membantu meredakan gejala yang terjadi.

4. Meningkatkan sistem imun

Michael Murphy dari Department of Psychology at Carnegie Mellon University mengatakan, merasa terancam dan stres membuat sistem kekebalan tubuh untuk bertindak lebih agresif.

Sistem kekebalan tubuh yang terlalu agresif dapat menyebabkan kerusakan pada sistem tubuh kita dan meningkatkan berbagai risiko penyakit.

"Hal ini bisa kita minimalisir dengan pelukan karena pelukan membuat kita merasa lebih aman dan lebih diperhatikan sehingga bagian otak yang merespons ancaman akan dinonaktifkan," ucap Murphy.

Saat bagian otak yang merespons ancaman dinonaktifkan, tambah Murphy, kita juga terlindung dari peningkatan respons kekebalan tubuh yang terlalu agresif.

Lalu, berapa banyak pelukan yang harus kita dapatkan untuk merasakan semua manfaat tersebut?

Menurut terapis keluarga Virginia Satir, manusia membutuhkan empat pelukan sehari untuk bertahan hidup, delapan pelukan sehari untuk perawatan dalam hidup, dan 12 pelukan sehari untuk pertumbuhan.

"Walaupun itu mungkin terdengar terlalu banyak, namun manfaatnya sangat besar," ucap Satir.

Para ahli juga menyarankan agar kita melakukan pelukan sebanyak mungkin untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.

Sayangnya, kesibukan yang terlalu padat membuat banyak interaksi sosial antar manusia semakin berkurang.

Jadi, saat kita ingin menguransi stres, hidup bahagia, dan lebih sehat, jangan sungkan untuk meminta pelukan orang-orang terdekat kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.