Kenali Sindrom Post Holiday Blues, Merasa Depresi Setelah Liburan

Kompas.com - 25/12/2019, 20:30 WIB
Ilustrasi sedih dan tidak bahagia Tim GouwIlustrasi sedih dan tidak bahagia

KOMPAS.com - Banyak orang pasti suka dengan momen liburan panjang seperti libur natal dan akhir tahun ini.

Kesempatan libur bisa dimanfaatkan untuk melepas lelah atau berkumpul dengan kerabat dan sahabat.

Namun terkadang, ada orang yang menganggap momen liburan hanya sebuah kebahagiaan sesaat. Di mana, orang-orang merasa kaget, murung, bahkan depresi setelah liburan.

Pikiran itu bisa jadi muncul karena dua hal, yakni merasa liburan sangat menyenangkan namun harus diakhiri atau Anda hanya ingin ada di masa liburan daripada kembali ke rutinitas kerja.

Baca juga: 6 Cara Cegah Stres Akibat Macet Liburan Akhir Tahun

Belum lagi, kemungkinan terlintas dalam pikiran bahwa Anda setelah liburan harus membereskan barang-barang sisa liburan hingga menanggung rasa lelah. 

Gejala yang mungkin timbul

Jika perasaan itu menghampiri, bisa jadi Anda sedang menderita sindrom post holiday blues.

Sindrom ini biasanya terjadi beberapa hari setelah liburan. Namun bagi sebagian orang, kondisi tersebut bisa berlangsung lama hingga membutuhkan bantuan ahli.

Sindrom post holiday blues terjadi karena otak mengalami syok dan kembali menyesuaikan dengan perubahan keadaan.

Pasalnya, otak dirancang untuk merekam berbagai kegiatan yang dilakukan secara konsisten, seperti kebiasaan bekerja.

Nah, maka dari itu, saat terbiasa dengan situasi libur panjang, kondisi emosional kita akan terbiasa untuk menikmati momen liburan tersebut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X