Kompas.com - 15/02/2020, 09:06 WIB
Ilustrasi keguguran Shutterstock.comIlustrasi keguguran

KOMPAS.com - Keguguran menjadi momentum kelabu bagi pasangan yang tengah mendambakan buah hati.

Dalam kondisi berduka, pasangan umumnya sempat merasakan stres dan gamang untuk mengupayakan kehamilan lagi.

Wajar, bila pasangan merasa kehilangan namun masih berharap untuk kembali mendambakan momongan atau rainbow baby.

Baca juga: Ibu Hamil Ingin Minum Kopi, Bagaimana Baiknya?

Rainbow baby adalah istilah untuk menyebut buah hati yang hadir setelah ibu mengalami keguguran atau kehilangan anaknya.

Pasangan yang baru melewati fase keguguran, berikut ulasan untuk memahami penyebab keguguran dan kapan waktu yang tepat untuk hamil lagi.

Penyebab keguguran

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Jogja International Hospital (JIH) Solo, dr. Bima Suryantara, Sp.OG (K) menjelaskan, gugurnya janin dalam kandungan dapat disebabkan banyak faktor.

Menurut sosok yang akrab disapa Dokter Bima ini, ada faktor penyebab keguguran yang dapat dikendalikan. Tapi, ada juga penyebab keguguran yang tak terhindarkan.

Beberapa penyebab keguguran antara lain usia ibu saat melahirkan terlalu tua, infeksi TORCH (toxoplasma, rubella, CMV, Herpes), penyakit tiroid, dan diabetes mellitus.

Selain itu, risiko keguguran pada ibu hamil juga meningkat karena adanya kelainan kromosom pada embrio, kelainan bentuk rahim, kelainan pada serviks, dan kelainan faktor pembekuan darah.

"Penyebab keguguran tersebut juga dapat meningkatkan risiko keguguran berulang," jelas Bima, ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Mitos atau Fakta, Ibu Hamil Pantang Minum Susu Kedelai?

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.