Kompas.com - 21/02/2020, 10:10 WIB
Ilustrasi batu ginjal piotr_malczykIlustrasi batu ginjal

KOMPAS.com - Penyakit batu ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap dikeluhkan.

Timbulnya penyakit ini acapkali dikaitkan dengan kebiasaan jarang minum.

Saat kurang minum, mineral dan garam yang harusnya terbuang lewat air seni jadi mengendap dan membentuk "batu" di ginjal.

Baca juga: Batu Empedu: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Kurang minum bukanlah satu-satunya penyebab terbentuknya batu ginjal.

Ada juga kebiasaan dan juga masalah lainnya yang menyebabkan batu ginjal.

Berikut beberapa penyebab penyakit batu ginjal yang kerap disepelekan:

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

7 Penyebab Batu Ginjal yang Kerap Diabaikan
Beberapa kebiasaan sederhana tanpa sengaja dapat memicu penyakit batu ginjal. Kenali beberapa penyebab dan gejala batu ginjal berikut.
Bagikan artikel ini melalui

1. Kurang minum air

Sebagian besar tubuh kita terdiri dari air. Oleh karena itu mencukupi kebutuhan cairan setiap hari amatlah penting.

Kurangnya cairan dalam tubuh dapat menyebabkan mineral mudah mengkristal.

Untuk itu, Anda disarankan untuk mencukupi kebutuhan air minum atau cairan.

Baca juga: Berkaca dari Vidi Aldiano, Bisakah Kista Berubah Jadi Kanker Ginjal?

2. Konsumsi garam berlebih

Makanan yang tinggi garam atau sodium dapat menjadi biang batu ginjal.

Oleh karenanya, kurangi penggunaan garam berlebihan dalam asupan.

Selain itu, hindari mengonsumsi makanan tinggi garam seperti makanan kalengan, roti, dan makanan yang diawetkan.

Makanan bergaram tinggi dapat meningkatkan risiko pembentukan batu kalsium di ginjal.

3. Terlalu banyak protein hewani

Daging merah dan kerang merupakan dua jenis makanan yang tinggi protein hewani.

Keduanya mampu meningkatkan asam urat, menurunkan kandungan sitrat, serta menambah kadar keasaman pada air seni.

Peningkatan asam urat tidak hanya dapat mengakibatkan gangguan asam urat di persendian, tetapi juga menyebabkan batu ginjal.

Baca juga: 4 Cara Kurangi Kebiasaan Konsumsi Minuman Manis

4. Konsumsi oksalat yang tinggi

Batu ginjal dapat dibedakan berdasarkan dengan jenis mineral yang membentuknya.

Jenis batu ginjal yang paling sering ditemui adalah padatan campuran kalsium dan oksalat yang menyatu ketika ginjal memproduksi air seni.

Batu ginjal jenis ini disebabkan konsumsi senyawa oksalat yang berlebih.

Makanan tinggi oksalat biasanya dapat ditemui di makanan sehat dan sayur-mayur, seperti bayam, buah bit, belimbing, kacang-kacangan dan sebagainya.

Saat mengonsumsi makanan tinggi oksalat, coba nikmati bersama dengan makanan tinggi kalsium.

Kalsium dapat membantu tubuh memproses oksalat dan mengikatnya bersama kalsium di pencernaan, dan tidak mengendap di organ ginjal.

Baca juga: Waspada, Anak Muda Bisa Kena Gagal Ginjal, Begini Cara Mencegahnya

5. Masalah pada pencernaan

Batu ginjal juga biasanya ditemukan pada penderita gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn, penyakit peradangan usus besar, dan kolitis ulseratif.

Gangguan pada pencernaan dapat menimbulkan diare dan mengurangi frekuensi buang air kecil.

Saat Anda tidak mengeluarkan urine sebanyak biasanya, tubuh dapat menyerap lebih banyak oksalat dari usus yang akan tercampur bersama air seni.

6. Kondisi medis tertentu

Selain gangguan pada pencernaan, kondisi medis tertentu dapat menjadi penyebab batu ginjal.

Penyakit diabetes tipe 2, hiperparatiroidisme, dan asam urat dapat menjadi pemicu batu ginjal.

Baca juga: 8 Cara Mudah Menjaga Ginjal Tetap Sehat

7. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Selain kondisi medis tertentu, mengonsumsi obat-obatan tertentu berupa obat diuretik, antibiotik, obat untuk HIV, dan sebagainya juga berpotensi menjadi penyebab batu ginjal.

Penyakit batu ginjal dapat segera ditanggulangi dengan penanganan yang cepat dan tepat.

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala batu ginjal seperti:

  • Ada darah di air seni
  • Kesulitan untuk buang air kecil
  • Rasa nyeri yang parah saat duduk atau berganti posisi duduk
  • Rasa nyeri yang diiringi mual dan muntah
  • Rasa nyeri yang didampingi dengan demam dan menggigil

Beberapa tanda-tanda di atas mengindikasikan adanya penyakit batu ginjal yang cukup parah dan memerlukan perhatian medis dengan segera.


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.