Kompas.com - 05/03/2020, 14:02 WIB
- shutterstock-

"Kekhawatiran terbesar saya, orang tidak mengikuti petunjuk dengan tepat saat membuat hand sanitizer. Sehingga efek antimikrobanya berkurang atau tidak efektif," katanya.

Baca juga: Siapa Saja yang Paling Banyak Tertular Virus Corona?

2. Campuran belum tentu tepat

Tak hanya takaran yang belum pas, beberapa resep hand sanitizer juga merekomendasikan bahan campuran yang belum jelas efeknya untuk menangkal virus seperti corona.

Ada resep yang menyarankan untuk menambahkan minyak esensial sebagai aroma, atau bahan lain, yang belum diketahui efeknya saat dicampur alkohol.

"Pengaruh tambahan minyak esensial walaupun dalam jumlah kecil ke dalam formula hand sanitizer sebagai bahan antimikroba ini masih diperdebatkan," jelas Birnur Aral, PhD dari Good Housekeeping Institute, kepada Men's Health (4/3/2020).

Menurut Aral, minyak esensial atau bahan lain yang digunakan untuk campuran resep hand sanitizer buatan sendiri, kandungannya perlu uji klinis terlebih dahulu untuk memastikan efektivitasnya dalam memerangi virus.

Baca juga: Masker, Cuci Tangan, dan Hand Sanitizer, Mana Paling Ampuh Cegah Corona?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Bikin kulit tangan kering

Alih-alih mencegah penyakit menular, penggunaan hand sanitizer buatan sendiri dengan bahan alakadarnya disebut rentan bikin kulit kering.

Profesor dari London School of Hygiene and Tropical Medicine di Inggris, Sally Bloomfield, mengatakan pembersih tangan yang tersedia di pasaran biasanya sudah disertai pelembab.

Pelembab tersebut digunakan untuk mengantisipasi efek keras saat alkohol diaplikasikan secara langsung ke kulit.

"Kalau Anda tidak mengantisipasi penggunaan hand sanitizer buatan sendiri dengan pelembab, kulit tangan Anda bisa kering dan risikonya tangan bisa terluka," jelas dia kepada Guardian.

Baca juga: Cara Pakai Hand Sanitizer untuk Cegah Penularan Infeksi Virus Corona

Para ahli sependapat, Anda tak perlu panik berlebihan menyikapi kelangkaan hand sanitizer di pasaran. Terlebih, jika masih ada akses air bersih dan sabun.

Cara terbaik untuk mencegah penularan virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 adalah dengan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama minimal 20 detik.

Saat membersihkan tangan baik dengan sabun maupun hand sanitizer, jangan lewatkan untuk menggosok bagian jari dan area di bawah kuku dan keringkan tangan.

Selain itu, hindari kebiasaan menyentuh wajah, tingkatkan daya tahan tubuh, serta jaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X