Kompas.com - 08/03/2020, 07:30 WIB
Ilustrasi virus corona (Covid-19) China ShutterstockIlustrasi virus corona (Covid-19) China

KOMPAS.com - Ketika infeksi virus sedang mewabah, antiseptik dan desinfektan menjadi buruan banyak orang.

Dua bahan kimia tersebut memang ampuh untukmencegah infeksi atau penularan bakteri dan virus penyebab berbagai penyakit, termasuk virus Corona yang saat ini sedang mewabah.

Antiseptik dan desinfektan memang ampuh untuk membunuh mikroorganisme penyebar penyakit. Keduanya juga seringkali dianggap sama oleh banyak orang namun memiliki beberapa perbedaan mendasar.

Baik antiseptik dan desinfektan, keduanya terbuat dari bahan kimia yang disebut dengan biosida. Namun, kandungan biosida dalam antiseptik lebih rendah daripada desinfektan.

Baca juga: Benarkah Suplemen Efektif Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Memahami antiseptik

Antiseptik bekerja dengan menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme.

60% keuntungan dari artikel Health disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Bagikan artikel-artikel Health yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Ini Beda Antiseptik dan Desinfektan, Cairan Pencegah Infeksi Kuman
Antiseptik dan desinfektan seringkali dianggap sama oleh banyak orang namun memiliki beberapa perbedaan mendasar. Apa bedanya?
Bagikan artikel ini melalui

Zat ini biasanya digunakan di rumah sakit dan pengaturan medis lainnya untuk mengurangi risiko infeksi selama operasi dan berbagai prosedur medis lainnya.

Antiseptik digunakan untuk melindungi tubuh manusia atau dengan diaplikasikan di permukaan kulit.

Melansir Healthline, antiseptik biasanya digunakan untuk berbagai hal berikut:

  • Mencuci tangan. Profesional medis menggunakan antiseptik untukmembersih tangan dari berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.
  • Membasmi kuman di membran mukosa atau organ internal. Antiseptik dapat diaplikasikan pada uretra, kandung kemih, atau vagina untuk membersihkan daerah tersebut sebelum memasukkan kateter. Zat ini juga dapat membantu mengobati infeksi di area tersebut.
  • Membersihkan kulit sebelum operasi. Antiseptik juga dapat diaplikasikan pada kulit sebelum segala jenis operasi untuk melindungi terhadap mikroorganisme berbahaya yang mungkin ada pada kulit.
  • Mengobati infeksi kulit. Anda dapat membeli antiseptik OTC untuk mengurangi risiko infeksi pada luka ringan, luka bakar, dan luka.
  • Mengobati infeksi tenggorokan dan mulut. Beberapa pelega tenggorokan mengandung antiseptik untuk membantu mengatasi sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri.

Antiseptik juga terdiri dari berbagai variasi seperti berikut:

  • Klorheksidin dan biguanida yang biasa digunakan pada luka terbuka dan saluran kandung kemih.
  • Larutan antibakterial untuk membantu mengobati luka dan luka bakar.
  • Peroksida dan permanganat yang sering digunakan dalam obat kumur antiseptik dan luka terbuka.
  • Turunan fenol terhalogenasi yang biasa digunakan dalam larutan pembersih dan sabun.

Baca juga: 3 Alasan Hand Sanitizer Buatan Sendiri Tak Efektif Tangkal Corona

Efek samping antiseptik

Beberapa antiseptik mengandung bahan kimia kuat yang dapat menyebabkan iritasi atau luka bakar jika diaplikasikan pada kulit tanpa diencerkan terlebih dahulu.

Halaman:

Sumber Healthline,
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X