Riset dan Ahli Ungkap Merokok Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Virus Corona

Kompas.com - 14/03/2020, 10:31 WIB
Ilustrasi merokok dan minum minuman beralkohol Steve MasonIlustrasi merokok dan minum minuman beralkohol

2. Analysis of factors associated with disease outcomes in hospitalized patients with 2019 novel coronavirus disease oleh Wei Liu, dkk., Chinese Medical Journal, 2020

Dalam studi tersebut disebutkan, 78 pasien virus corona dengan pneumonia selama 2 minggu perawatan ditemukan bahwa 11 pasien memburuk dan 67 pasien kondisinya membaik.

Dari 11 pasien yang memburuk, 27 persen di antaranya diketahui memiliki riwayat merokok, sementara dari kelompok yang kondisinya membaik hanya 3 persen yang punya riwayat merokok.

3. Epidemiological and clinical characteristics of 99 cases of 2019 novel coronavirus pneumonia in Wuhan, China: a descriptive study oleh Prof. Nanshan Chen, dkk., The Lancet, 2020

Studi tersebut menyebutkan 99 orang pasien dari Wuhan Jinyintan Hospital dirawat selama 20 hari.

Dari 11 orang pasien yang meninggal pada akhir penelitian, 3 orang di antaranya adalah perokok dengan 2 kematian pertama adalah perokok laki-laki.

Pernyataan ahli

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com pada Jumat (13/2/2020) sore, Komnas Pengendalian Tembakau bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah menggelar kegiatan Media Briefing membahas tema “Rokok dan Covid-19, Lebih Berisiko?” di Aula PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta pada Jumat siang.

Dalam rilis yang diterima Kompas.com dari seorang pengurus Komnas Pengendalian Tembakau, dijelaskan bahwa Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. Feni Fitriani Sp.P (K), dalam forum tersebut, menyampaikan perokok makin besar risikonya terkena Covid-19.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Konsumsi Buah dan Sayur untuk Tingkatkan Imunitas

“Merokok meningkatkan reseptor ACE 2, yang kita tahu juga menjadi reseptor virus corona penyebab Covid-19. Sehingga makin banyak virus corona penyebab Covid-19 yang hinggap atau menempati reseptor tersebut, jadi perokok makin besar risiko kena Covid-19. Ini juga meluruskan disinformasi yang beredar yang menyebutkan merokok atau asap rokok bisa membantu meredakan Covid-19. Ini sama sekali salah. Maka, untuk mengurangi atau mencegah risiko corona dan komplikasinya, kurangi merokok. Berhenti lebih baik," ungkap Dr. Feni yang menjadi narsumber.

Prof. Dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK (K), Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman, yang juga menjadi narasumber, menilai masyarakat perlu tahu bahwa perilaku merokok memiliki risiko lebih tinggi terpapar terhadap infeksi dan dapat memperparah komplikasi akibat Covid-19.

“Sehingga masyarakat lebih waspada mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok pria yang sangat tinggi,” ujar Prof. Dr. Amin dalam rilis yang dibuat Komnas Pengendalian Tembakau.

Untuk itu, Komnas Pengendalian Tembakau sendiri berharap pemerintah bisa lebih jelas menyampaikan kepada masyarakat bahwa salah satu pencegahan infeksi virus corona yang harus dilakukan adalah dengan berhenti atau setidaknya mengurangi merokok.

Baca juga: Masker Tak Efektif Cegah Virus Corona, Malah Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi

Pemerintah juga didorong dapat menyediakan panduan serta program pendampingan bagi masyarakat yang mau berhenti merokok demi melindungi mereka dari pandemi global Covid-19.

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X