Merasa Alami Gejala Covid-19? Bisa Jadi Gangguan Psikosomatis

Kompas.com - 26/03/2020, 10:00 WIB
Ilustrasi sakit kepala shutterstockIlustrasi sakit kepala

KOMPAS.com - Di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, kecemasan berlebihan mudah saja menghampiri hidup kita.

Akibatnya, kita seolah-olah mengalami gejala infeksi persis seperti yang dialami para pasien yang telah dinyatakan positif atau dalam istilah medis disebut dengan psikosomatis.

Melansir Journal of Indian Academy of Oral Medicine and Radiology, psikosomatis merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kita seolah merasakan gejala sakit fisik. Hal itu terjadi karena adanya stres, depresi, dan kecemasan.

Meskipun psikosomatis tidak menular secara fisik, penyakit ini menular secara emosional.

Baca juga: Tak Peka Bau dan Rasa Bisa Jadi Gejala Infeksi Virus Corona

Melansir Psychology Today, riset 2012 yang dipimpin psikolog Michael Wheaton telah membuktikan, situasi pandemi dapat menciptakan gangguan kecemasan dan perubahan perilaku yang berimbas pada fisik kita.

Menurut peneliti, rasa cemas dalam merespon suatu penyakit bisa memiliki dampak positif pada perilaku manusia.

Sebaliknya, kecemasan berlebihan bisa menyebabkan stres dan perilaku keliru justru berdampak negatif pada hidup kita.

Perilaku keliru yang justru berdampak fatal pada diri sendiri, misalnya konsumsi obat pencegah infeksi berlebihan yang bisa menyebatkan resitan atau overdosis.

Selain itu, terlalu sering menonton atau membaca berita mengenai pandemi juga membuat diri kita seolah-olah mengalami penyakit tersebut.

Paparan informasi mengenai wabah atau pandemi yang berlebihan bisa membuat banyak orang melakukan self diagnosis atau diagnosis mandiri.

Hal ini akan memicu rasa takut dan membuat kita seolah-olah merasakan gejala penyakit tersebut.

Pencegahan

Hal yang wajar jika kita merasa takut, cemas, dan sedih di tengah situasi pandemi.

Kabar baiknya, kita bisa mengontrol perasaan tersebut untuk membantu menjaga kesehatan mental kita agar tak mengalami gangguan psikosomatis.

Melansir laman Very Well Mind, berikut tips mengontrol emosi saat menghadapi pandemi:

1. Membaca berita dari sumber terpecaya

Hindari sumber berita yang hanya mengundang ketakutan. Sebaiknya, kita memilih sumber berita dari media atau laman kesehatan terpecaya yang memberikan cara tepat mengenai pencegahan atau perlindungan diri dari penyakit.

Selain itu, batasi akses berita yang memberitakan seberapa cepat suatu penyakit menyebar atau berapa banyak pertambahan pasien setiap harinya. Terlalu banyak mengakses berita tersebut hanya meningkatkan kecemasan kita.

Baca juga: Ciri-ciri Demam, Batuk, Sesak Napas pada Infeksi Virus Corona

2. Fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan

Selalu ada beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk mengurangi risiko, seperti rajin mencuci tangan atau membatasi aktivitas di luar rumah.

Cara tersebut dapat membantu kita untuk fokus pada faktor-faktor yang bisa kita kendalikan.

Namun, pastikan langkah pencegahan yang kita ambil berasal daru sumber terpecaya.

Banyak orang mengambil langkah pencegahan yang justru bisa berakibat fatal pada kesehatan.

Sebaiknya, kita tidak melakukan langkah pencegahan hanya karena terpengaruh orang lain tanpa sumber yang jelas.

3. Lakukan perawatan diri

Perawatan diri yang baik juga membuat sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Oleh karena itu, kita harus mengonsumsi makanan berigizi seimbang, tidur yang cukup, dan melakukan aktivitas yang menenangkan agar tetap sehat secara fisik dan mental.

Jika kesehatan mental kita mulai terganggu, sebaiknya kita segera mencari bantuan profesional.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X