Kompas.com - 26/03/2020, 14:01 WIB

Nikotin yang terkandg di dalam rokok elektrik dapat merangsang otak melepas hormon dopamin (membuat senang), sehingga menimbulkan efek ketergantungan.

Maka dari itu, dr. Yusuf menegaskan, rokok elektrik tak akan membantu seseorang untuk berhenti merokok.

Baca juga: Bagaimana Asap Rokok Bisa Picu Kanker Paru-Paru?

2. Bahayakan paru-paru

Nikotin diketahui dapat meningkatan risiko seseorang mengalami peradangan pada paru-paru.

Selain itu, nikotin juga bisa melemahkan kemampuan jaringan pelindung di paru-paru untuk melindungi organ vital tersebut.

3. Bahayakan jantung

dr. Yusup menyampaikan, konsumsi rokok elektrik yang mengandung nikotin juga bisa memicu penyakit jantung.

Saat nikotin diserap, kelenjar adrenal dapat terangsang untuk melepas hormon epinefrin.

Pelepasan hormon tersebut diketahui bisa menyebabkan tekanan darah dan denyut jantung meningkat.

4. Picu kanker

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.