Kanker Otak Glioblastoma: Gejala, Diagnosis, Cara Mengobati

Kompas.com - 31/03/2020, 16:04 WIB
ilustrasi kanker otak glioblastoma shutterstock/Anna Durinikovailustrasi kanker otak glioblastoma

Melansir laman resmi American Association of Neurological Surgeons, berikut beberapa gejala kanker otak glioblastoma:

  • Sakit kepala terus-menerus
  • Pandangan kabur
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Perubahan suasana hati dan kepribadian
  • Perubahan kemampuan berpikir
  • Sulit bicara

Baca juga: Leukemia (Kanker Darah): Gejala, Penyebab, Jenis, Pengobatan

Diagnosis kanker otak glioblastoma

Diagnosis penyakit kanker otak glioblastoma memerlukan beberapa tes dan prosedur. Antara lain:

  • Pemeriksaan saraf: digunakan untuk memeriksa pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan refleks tubuh.
  • Tes pemindaian (screening): tes MRI, CT, atau positron emission tomography (PET) digunakan untuk menentukan lokasi dan ukuran tumor otak.
  • Biopsi: tes dengan jarum atau operasi pengangkatan sebagian sel glioblastoma dapat menentukan jenis dan tingkat agresivitas sel abnormal
  • Tes khusus sel tumor: digunakan untuk menentukan jenis mutasi sel. Tes ini juga menentukan jenis perawatan yang tepat dan angka harapan hidup pasien

Baca juga: Mengenali Berbagai Jenis Stadium Kanker

Cara mengobati kanker otak glioblastoma

Melansir laman resmi American Association of Neurological Surgeons, cara mengatasi kanker otak glioblastoma yang utama adalah pembedahan atau operasi.

Tujuan utama operasi adalah mengangkat sel tumor sebanyak mungkin, tanpa melukai jaringan otak normal di sekitarnya.

Dengan menyelamatkan jaringan otak, fungsi motorik, kemampuan bicara, sampai berjalan pasien sebisa mungkin dijaga tetap normal.

Namun, sel glioblastoma acapkali dikelilingi sel tumor yang menyerang jaringan di sekitarnya. Sehingga, seluruh sel tumor tidak mungkin diangkat sekaligus.

Pembedahan atau operasi ini juga dapat memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien

Baca juga: Apakah Kanker Bisa Disembuhkan?

Setelah operasi dan luka bekas operasi pulih, pasien baru diberi terapi radiasi.

Tujuannya untuk membunuh sel tumor yang telah menyusup ke jaringan otak normal di sekitarnya.

Proses ini tidak sekali jalan, namun memerlukan beberapa kali tindakan.

Selain itu, pasien juga menjalani kemoterapi untuk mengontrol pertumbuhan tumor dalam jangka panjang.

Dengan terapi atau penanganan yang tepat, harapan hidup pasien kanker otak glioblastoma bisa meningkat.

 

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X