Kompas.com - 09/04/2020, 18:00 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

KOMPAS.com - Manfat meditasi untuk meredakan kecemasan dan stres telah lama dibuktikan oleh para ahli.

Ternyata, meditasi juga bisa bermanfaat bagi kesehatan jantung. Riset yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association telah membuktikan manfaat meditasi untuk kesehatan jantung kita.

Dalam riset tersebut, terungkap bahwa meditasi dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Penelitian tersebut juga membuktikan, meditasi dapat menyehatkan arteri dalam tubuh sehingga aliran darah ke jantung meningkat.

Baca juga: Tips Memilih Masker Kain Nonmedis untuk Cegah Virus Corona

Melansir laman Harvard Medical School, riset 2013 juga membuktikan melakukan meditasi lima menit setiap hari selama 10 hari dapat meningkatkan variabilitas detak jatung.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Variabilitas detak jantung mencerminkan seberapa cepat jantung membuat perubahan kecil dalam interval waktu antara setiap detak jantung. Variabilitas detak jantung yang tinggi pertanda kondisi jantung yang sehat.

Sebaliknya, tingkat variabilitas detak jantung yang rendah dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke sebesar 45 persen.

Cara meningkatkan kesehatan jantung

Menurut American Heart Association, melakukan meditasi sebagai rutinitas memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Jadi, tak ada salahnya kita rutin melakukan aktivitas ini.

Namun, meditasi tidak boleh menjadi cara utama untuk menjaga kesehatan jantung.

Melansir laman Healthline, berikut lima cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan jantung:

1. Hindari konsumsi lemak trans

Tubuh membutuhkan lemak untuk menjalankan fungsi sehari-hari. Namun, hindari konsumsi lemak trans karena bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).

2. Jaga kebersihan gigi dengan baik

Kesehatan gigi adalah indikasi yang baik untuk meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan jantung kita.

Banyak riset menunjukan bahwa bakteri dalam mulut juga bisa berpindah ke aliran darah dan menyebabkan peningkatan protein C-reaktif, yang merupakan penanda peradangan dalam pembuluh darah.

Meningkatnya protein C-reaktif ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Baca juga: Benarkah Urine Penderita Diabetes Terasa Manis?

3. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. Sementara itu, kurang tidur juga bisa membuat kita berisiko tinggi mengalami gangguan kardiovaskular.

Riset yang mengamati 3.000 orang dewasa berusia di atas 45 tahun telah membuktikannya.

Dalam riset tersebut, peneliti membuktikan bahwa mereka yang tidur kurang dari enam jam per malam berisiko lebih tinggi mengalami stroke dan serangan jantung.

4. Hindari duduk terlalu lama dalam satu waktu

Penelitian menunjukan bahwa tetap duduk untuk waktu yang lama dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskulat hingga 147 persen.

Selain itu, duduk dalam waktu lama juga bisa meningkatkan risiko trombosis vena dalam.

5. Hindari paparan asap rokok

Riset menunjukan bahwa paparan asap rokok bisa meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 30 oersen.

Menurut American Heart Association, paparan asap rokok juga berkontribusi terhadap sekitar 34.000 kematian akibat penyakit jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.