7 Perbedaan Gejala Penyakit Jantung pada Wanita dan Pria

Kompas.com - 14/04/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi penyakit jantung koroner atau arteri koroner. Ilustrasi penyakit jantung koroner atau arteri koroner.

KOMPAS.com - Penyakit jantung yang diidap pria dan wanita bisa berbeda gejala, risiko, sampai dampaknya.

Ahli jantung Dr. Lili Barouch dari Johns Hopkins School of Medicine AS menjelaskan, penyakit jantung pada wanita lebih sudah dideteksi daripada pria.

"Wanita umumnya tidak mengalami gejala khas penyakit jantung seperti nyeri dada," jelas dia.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Melansir Verywell Health, penyakit jantung pada pria dan wanita bisa berbeda karena anatomi jantungnya berlainan.

Jantung wanita umumnya berukuran lebih kecil, termasuk ruang-ruang di dalamnya.
Sekat atau pembatas antarruang jantung wanita juga lebih tipis ketimbang jantung pria.

Selain itu, jantung wanita berdetak lebih cepat ketimbang jantung pria, namun darah yang dipompa lebih sedikit daripada milik pria.

Saat stres atau mengalami tekanan, jantung wanita berdetak lebih cepat dan mengeluarkan lebih banyak darah.

Kondisi tersebut berbeda dari pria. Saat sedang stres, arteri di jantung pria mengerut dan tekanan darah jadi naik.

Baca juga: Makan 1 Telur Setiap Hari Aman dari Penyakit Jantung, asal...

Beberapa faktor di atas membuat penyakit jantung pada wanita dan pria berbeda. Berikut penjelasannya:

1. Wanita memiliki faktor risiko lebih banyak

Secara umum, wanita dan pria sama-sama berisiko mengidap penyakit jantung apabila obesitas, merokok, diabetes, punya tekanan darah tinggi, ada keluarga yang memiliki penyakit jantung.

Namun, risiko wanita untuk mengidap penyakit jantung koroner lebih besar ketimbang pria karena ada beberapa penyakit khas kaum Hawa. 

Di antaranya endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), serta diabetes atau tekanan darah tinggi saat hamil.

Khusus endometriosis, penyakit ini meningkatkan risiko penyakit jantung sampai 400 persen pada wanita di bawah 40 tahun.

Baca juga: Studi Ungkap Wanita Lebih Rentan Idap Penyakit Jantung, Kok Bisa?

2. Pria lebih muda saat terkena serangan jantung

Ilustrasi serangan jantung di usia mudaShutterstock.com Ilustrasi serangan jantung di usia muda
Wanita umumnya mengalami serangan jantung pertama saat usianya sudah lanjut.

Sedangkan pria lebih berisiko mengalami serangan jantung di usia yang lebih muda daripada wanita.

Hal itu dipengaruhi hormon estrogen pada wanita. Hormon penunjang organ reproduksi ini melindungi wanita dari penyakit jantung sampai menopause.

Ketika produksi hormon estrogen sudah menurun, wanita baru jadi rentan terkena penyakit jantung.

Baca juga: Detak Jantung Normal Manusia dan Cara Menghitungnya

3. Gejala serangan jantung pada wanita tidak spesifik

Nyeri dada atau dada seperti ditimpa beban berat merupakan gejala penyakit jantung saat pria mengalami serangan jantung.

Namun, hanya beberapa wanita yang mengalami nyeri dada saat mengalami serangan jantung.

Ciri-ciri penyakit jantung pada wanita sebelum serangan jantung kerap tidak spesifik atau mirip penyakit lain.

Antara lain kelelahan, napas pendek-pendek, berkeringat, serta sakit leher, punggung, dan rahang.

Baca juga: Awas, Badan Kurus Tapi Perut Buncit Bisa Sebabkan Penyakit Jantung

4. Penyumbatan jantung pada wanita sulit dideteksi

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Penyakit jantung koroner atau masalah penyumbatan jantung pada wanita terkadang lebih sulit dideteksi.

Proses skrining penyumbatan jantung biasanya dilakukan lewat foto sinar-X (angiogram) yang diambil selama kateterisasi jantung.

Namun, penyumbatan jantung pada wanita sering menyasar arteri kecil yang tidak terpantau lewat angiogram.

Itulah sebabnya, jika sudah ada gejala penyakit jantung pada wanita, sebaiknya kondisi jantung senantiasa dipantau dokter.

5. Serangan jantung lebih rentan fatal bagi wanita

Dengan faktor risiko yang lebih banyak daripada pria, wanita lebih rentan saat mengalami serangan jantung ketimbang pria.

Penderita serangan jantung wanita umumnya mendapat perawatan lebih lama dari pria.

Selain itu, banyak wanita yang cenderung tidak merasakan gejala sakit pemicu penyakit jantung, sehingga dampaknya lebih fatal ketimbang pria.

Baca juga: Makan Tahu Baik untuk Kesehatan Jantung, Begini Penjelasannya...

6. Penyebab gagal jantung pada pria dan wanita berbeda

Gagal jantung pada pria biasanya disebabkan kerusakan akibat serangan jantung. Kondisi ini terjadi saat tubuh mencegah otot jantung berkontraksi.

Sedangkan gagal jantun pada wanita bisa disebabkan banyak faktor. Antara lain tekanan darah tinggi, penyakit ginjal kronis, atau kondisi lain yang membuat jantung bekerja ekstra.

Wanita yang mengalami gagal jantung umumnya punya umur lebih panjang daripada pria dengan gagal jantung.

Tapi, wanita yang punya riwayat gagal jantung sering perlu perawatan di rumah sakit karena sesak napas dan punya keterbatasan fisik.

Baca juga: Aritmia (Gangguan Irama Jantung): Jenis, Gejala, Penyebab

7. Gangguan irama jantung berbeda pada pria dan wanita

Gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung tak beraturan dan cepat ( fibrilasi atrium) pada wanita dan pria bisa berbeda.

Masalah gangguan irama jantung pada wanita dapat menurunkan kualitas hidup, kemungkinan stroke lebih tinggi, dan efek lebih buruk daripada pria.

Kendati demikian, penderita gangguan irama jantung wanita yang mendapatkan pengobatan tepat, harapan hidupnya lebih tinggi daripada penderita pria.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X