Kompas.com - 01/05/2020, 13:01 WIB
Ilustrasi Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak-anak. Ilustrasi dari dr. Marlyn Cecilia Malonda, SpAIlustrasi Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak-anak.

1. Infeksi Saluran Kencing

Penyebab sering kencing yang cukup umum adalah infeksi saluran kencing.

Infeksi bakteri dapat menyerang ginjal, kandung kemih, atau tabung saluran kencing.

Setelah terinfeksi, kandung kemih dapat membengkak dan tidak dapat menahan banyak air seni.

Tak hanya frekuensi buang air kecil meningkat, penyakit ini juga bisa disertai gejala kencing berwarna keruh, berdarah, dan berbau tak sedap.

Selain gejala di atas, penderita infeksi saluran kencing juga bisa mengalami demam, kedinginan, mual, dan nyeri di perut bagian samping atau bagian bawah.

Untuk mengatasinya, dokter umumnya akan meresepkan obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri.

Baca juga: Sering Kencing Saat Hamil Muda, Normalkah?

2. Diabetes

Tes diabetes di rumah. Tes diabetes di rumah.
Penyakit diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2 dapat membuat gula darah Anda melonjak.

Ginjal dalam tubuh penderita diabetes secara alami mencoba menyaring kelebihan gula, namun tidak mampu. Sehingga, gula berakhir di urine.

Kondisi ini membuat penderita diabetes mellitus sering buang air kecil. Sering kencing juga bisa jadi tanda awal penyakit diabetes.

Tak hanya diabetes mellitus, penyakit diabetes insipidus juga membuat penderitanya buang air kecil berlebihan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X