Kompas.com - 31/05/2020, 18:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Vitamin C dan E adalah nutrisi antioksidan penting bagi kesehatan.

Melansir laman resmi FAO, sel jaringan tubuh bisa tetap aktif dan sehat dengan dukungan asupan mengandung antioksidan yang memadai.

Saat ada paparan radikal bebas, antioksidan berguna untuk meminimalkan kerusakan sel. Antioksidan juga membantu tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak.

Baca juga: Hati-hati, Konsumsi Vitamin Dosis Tinggi Bisa Berbahaya bagi Tubuh

Kerusakan sel akibat radikal bebas yang tidak diperbaiki bisa meningkatkan risiko saat tubuh mengalami infeksi.

Dampaknya, bisa menyebabkan komplikasi infeksi sampai memicu penyakit kronis. 

Kabar baiknya, Anda bisa dengan mudah mendapatkan asupan antiosidan dari nutrisi bergizi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah nutrisi kaya akan antioksidan di antaranya buah dan sayuran yang mengandung vitamin C dan E.

Baca juga: 4 Cara Efektif Mendapatkan Vitamin D, Selain Berjemur

Manfaat vitamin C dan E

Melansir Live Strong, vitamin C adalah vitamin larut air yang bermanfaat untuk pembentukan kolagen di otot, tulang, tendon, ligamen, dan pembuluh darah.

Vitamin C juga dapat membantu proses penyembuhan luka, merawat infeksi, dan menunjang penyerapan zat besi.

Vitamin C tidak dapat dihasilkan tubuh secara mandiri. Cara untuk mendapatkan vitamin C adalah lewat makanan.

Melansir The Healthy, kebutuhan vitamin C dalam sehari untuk wanita dewasa sebesar 75 miligram.

Sedangkan pria dewasa dalam kondisi sehat membutuhkan vitamin C sebesar 90 miligram per hari.

Menurut studi, dosis harian vitamin C yang diasup tubuh tidak boleh melebihi 500 sampai 1.000 miligram.

Baca juga: Vitamin C Sebaiknya Diminum Kapan?

Ilustrasi kacang-kacanganGANCINO Ilustrasi kacang-kacangan
Sementara itu, vitamin E adalah vitamin larut lemak yang membantu pembentukan sel darah merah dan penyerapan vitamin K.

Vitamin E dianggap sebagai vitamin anti-penuaan karena membantu menjaga kulit tetap sehat.

Vitamin ini juga punya reputasi dalam melindungi tubuh dari radikal bebas yang merusak sel, organ, dan jaringan tubuh.

Manfaat vitamin E juga dikaitkan dengan pencegahan kanker tertentu, penyakit pembuluh darah, rheumatoid arthritis, dan penyakit Parkinson.

Melansir laman resmi Harvard T.H. Chan, kebutuhan vitamin E per hari untuk pria dan wanita di atas 14 tahun adalah 15 miligram atau setara 22 unit internasional (UI).

Sedangkan bagi ibu menyusui, kebutuhan harian vitamin E-nya sebesar 19 miligram atau 28 IU.

Baca juga: Berapa Kebutuhan Vitamin C Per Hari untuk Tubuh?

Makanan yang mengandung vitamin C dan E

-live science -
Buah jeruk paling populer sebagai sumber vitamin C yang baik.

Selain buah jeruk, terdapat buah dan sayuran lain yang kaya akan vitamin C.

Buah-buahan lain yang tinggi kandungan vitamin C-nya adalah kiwi, stroberi, raspberry, nanas, semangka, jambu biji, dan pepaya.

Sedangkan sayuran yang banyak mengandung vitamin C adalah sayuran berdaun hijau tua, brokoli, kol, kembang kol, tomat, seledri, dan paprika.

Makanan yang banyak mengandung vitamin C ini paling bermanfaat jika dikonsumsi dalam kondisi segar.

Baca juga: 10 Daftar Buah dan Sayur dengan Kandungan Vitamin C Tertinggi

Ilustrasi biji-bijianpeangdao Ilustrasi biji-bijian
Sementara itu, banyak pilihan makanan yang mengandung vitamin E, termasuk buah dan sayuran.

Vitamin E dapat ditemukan dalam minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran.

Melansir My Food Data, sumber vitamin E tertinggi adalah biji bunga matahari.

Satu genggam biji bunga matahari mengandung 7,4 miligram vitamin E, atau dapat mencukupi 49 persen dosis harian vitamin E.

Dalam 100 gram biji bunga matahari, kandungan vitamin E-nya sebesar 26.1 miligram, setara 174 persen rekomendasi kebutuhan vitamin E harian.

Baca juga: 10 Buah-buahan yang Mengandung Vitamin E

Sedangkan buah-buahan yang kaya vitamin E adalah buah, alpukat, tomat, delima, labu, kiwi, mangga, pepaya, dan jambu biji.

Sayuran kaya vitamin E meliputi jagung, ubi jalar asparagus, brokoli, dan sayuran berdaun hijau gelap.

Kebutuhhan nutrisi kaya akan antioksidan dapat dipenuhi dengan makan buah dan sayuran setidaknya lima porsi sehari.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X