Kompas.com - 24/07/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi bayam dionisveroIlustrasi bayam

KOMPAS.com – Batu ginjal adalah endapan keras dari mineral tertentu yang terbentuk di dalam ginjal.

Kebanyakan kasus batu ginjal tidak memiliki penyebab yang pasti.

Tapi, batu ginjal terdiri dari beberapa jenis yang bisa menjadi petunjuk mengapa batu tersebut bisa terbentuk.

Baca juga: Bagaimana Kurang Minum Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Melansir Mayo Clinic, jenis-jenis batu ginjal yang umum terjadi, di antaranya yakni:

  • Batu kalsium oksalat
  • Batu Kalsium Fosfat
  • Batu struvit
  • Batu asam urat
  • Batu sistin

Melihat nama dari berbagai jenis batu ginjal tersebut, nutrisi atau makanan memang memegang peran penting dalam proses pembentukan batu ginjal.

Berikut ini adalah ragaman makanan penyebab batu ginjal yang patut diwaspadai:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Makanan tinggi oksalat

Melansir WebMD, banyak tanaman mengandung oksalat, sehingga sulit untuk menghindari sepenuhnya asupan senyawa tersebut.

Tetapi, beberapa makanan memiliki oksalat lebih dari yang lain.

Baca juga: Benarkah Sayur Bayam Bisa Jadi Racun Jika Tak Segera Dimakan?

Jadi, batasi konsumsi beberapa makanan yang mengandung kalsium oksalat tinggi berikut:

  • Bayam
  • Kacang almond dan kacang mete
  • Bubur jagung
  • Kentang panggang dengan kulit
  • Bit
  • Bubuk cokelat
  • Okra
  • Sereal gandum
  • Kentang goreng
  • Raspberi
  • Ubi jalar

Apabila urine terlalu banyak mengandung oksalat daripada cairannya, kondisi ini dapat membentuk batu ginjal.

2. Makanan tinggi sodium

Ilustrasi sosisDimijana Ilustrasi sosis

Konsumsi banyak sodium yang merupakan bahan dalam garam dapat meningkatkan jumlah kalsium yang harus diolah oleh ginjal.

Kondisi ini dapat memicu terbentuknya kristal atau batu ginjal yang dapat menyumbat saluran kemih.

Baca juga: Benarkah Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat?

Jadi, batasi konsumsi makanan yang mengandung garam.

Selain itu, batasi pula konsumsi makanan kemasan karena rata-rata juga mengandung sodium tinggi, seperti:

  • Makanan kaleng
  • Daging olahan, semacam sosis dan nugget Makanan cepat saji
  • Bumbu praktis seperti kecap dan saus

3. Sumber protein hewani

Daging merah, daging unggas, dan kerang-kerangan adalah makanan yang tinggi protein hewani.

Ragam makanan ini dapat melakukan dua hal pada tubuh yang bisa memicu batu ginjal.

Pertama, makanan protein hewani dapat membuat tubuh membuat lebih banyak asam urat.

Baca juga: 17 Makanan yang Mengandung Protein Tinggi

Kedua, makanan ini bisa merampas sistem sitrat, suatu zat yang membantu menjauhkan batu ginjal dan mencegah batu yang sudah ada tumbuh.

Jadi, batasi konsumsi makanan protein hewani demi kesehatan yang lebih baik lagi.

Untuk mendapatkan asupan protein yang cukup, sekali waktu tukar daging merah, unggas, atau kering dengan beberapa makanan berikut:

  • Kacang-kacangan
  • Kacang polong
  • Susu kedelai
  • Tahu, tempe
  • Minuman jeruk, lemon, jeruk nipis atau yang mengandung sitat untuk membantu melawan batu ginjal

4. Makanan tinggi purin

Melansir Health Line, mengonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi dapat menyebabkan asam urat.

Salah satu komplikasi asam urat adalah terbentuknya batu ginjal.

Baca juga: 9 Makanan yang Mengandung Purin Tinggi

Kristal urat yang menyebabkan gejala nyeri asam urat pada kenyataannya dapat terbentuk juga di ginjal.

Kristal ini dapat menumpuk dan membuat batu ginjal yang menyakitkan.

Sementara, batu ginjal dengan konsentrasi tinggi dalam mengganggu fungsi ginjal.

Untuk itu, penting untuk membatasi asupan makanan tinggi purin.

Melansir Buku Makanan Sehat Atasi Berbagai Penyakit (2013) oleh Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., berikut ini adalah makanan yang mangandung tinggi purin (100-1.000 mg purin per 100 gram bahan):

  • Semua makanan dan minuman yang mengandung alkohol, seperti arak, bir, wiski, anggur, tape ketan, tuak, dan makanan yang beragi
  • Bebek, angsa
  • Ikan kecil (herring), ikan sarden, ikan makarel, terlur ikan
  • Remis, kerang
  • Kepiting, lobster
  • Makanan yang diawetkan dalam kaleng, seperti kornet dan sarden
  • Jeroan, seperti otak, lidah, jantung, hati, limpa, ginjal, dan usus baik sapi maupun ayam
  • Kaldu daging dalam sup kental, soto ayam, opor ayam
  • Buah-buahan yang dapat berubah menjadi alkohol di usus, seperti durian, alpukat, kelapa kopyor, air kelapa. Buah-buahan ini dapat menjadi alkohol jika dikosnumsi dalam jumlah besar

Baca juga: 4 Tahapan Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

5. Suplemen Vitamin C

Melansir dari Medical News Today, konsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi secara terus menerus dapat menimbulkan batu ginjal.

Ketika seseorang membebani tubuh dengan dosis vitamin C yang lebih besar dari batas anjuran, kelebihan vitamin itu akan mulai menumpuk pada ginjal.

Jadi, jangan mengonsumsi lebih dari 500 mg sehari.

6. Makanan manis

Konsumsi makanan manis atau tinggi karbohidrat dan rendah serat yang terlalu banyak atau terlalu sering dapat memicu terjadinya diabetes mellitus (DM).

Pada gilirannya, diabetes dapat menimbulkan komplikasi berbahaya, salah satunya berupa batu ginjal.

Jika menderita diabetes tipe 2, seseorang mungkin memiliki kandungan urine yang asam.

Baca juga: Jenis-jenis Obat Diabetes Tipe 1 dan Obat Diabetes Tipe 2

Kondisi tersebut disebabkan amonium yang dihasilkan oleh tubuh yang seharusnya bertugas menetralisir asam di urine akan menurun pada orang dengan resistensi insulin.

Inilah yang bisa meningkatkan risiko penyakit komplikasi diabetes berupa batu ginjal.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.