Kompas.com - 30/07/2020, 10:32 WIB
Ilustrasi bahagia BearinmindIlustrasi bahagia

KOMPAS.com - Pernahkah Anda mendengar perihal hormon Cinta? Yah, hormon cinta atau oksitosin telah lama dikenal berkat perannya saat kita sedang jatuh cinta.

Hormon yang berasal dari bagian otak yang disebut hippotalamus ini memang dilepaskan saat kita sedang jatuh cinta atau memadu cinta.

Itu sebabnya, hormon oksitosin juga dikenal dengan sebutan hormon cinta. Hormon ini juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental manusia.

Baca juga: Jangan Takut Dianggap Cengeng, Menangis Punya Manfaat Kesehatan

Mengenal oksitosin

Seperti yang disebutkan sebelumnya, hormon oksitosin ini diproduksi di area otak yang disebut hipotalamus.

Hormon ini memainkan peranan penting dalam fungsi reproduksi wanita, mulai dari aktivitas seksual hingga persalinan dan menyusui.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama persalinan, oksitosin meningkatkan motilitas uterus, menyebabkan kontraksi pada otot-otot rahim, atau dinding rahim.
Ketika serviks dan vagina mulai melebar untuk persalinan, oksitosinakan dilepaskan. Pelebaran ini akan meningkat seiring dengan perkembangan kontraksi.

Oksitosin juga memiliki fungsi sosial seperti meningkatkan keintiman antar pasangan atau kelompok, dan meredam kecemasan sosial.

Oksitosin sebagai obat

Oksitosin juga seringkali digunakan sebagai obat dengan nama merek Pitocin.

Hormon ini juga seringkali dibeikan kepada ibu hamil melalui suntikan untuk memicu kontraksi, memberi kekuatan selama persalinan, dan mengurangi pendarahan usai berlsain.

Namun, suntikan oksitosin bisa membuat detak jantung berjalan cepat dan memicu pendarahanabnormal.

Penggunaan oksitosin yang terlalu banyak juga bisa memicu pecahnya rahim. Itu sebabnya, pengunaan oksitosin sebagai obat memerlukan pengawasan medis.

Pada pria, kadar oksitosin yang berlebihan juga diduga bisa memicu tumor prostat jinak. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Kadar oksitosin yang terlalu sedikit juga bisa mencegah produksi asi sehingga mempersulit ibu menyusi.

Data laman Your Hormon juga menyebut kekurangan oksitosin bisa memicu autisme dan gangguan spektruk autistik, yang menjadi kunci gangguan fungsi sosial.

Itu sebabnya, banyak ilmuwan percaya bahwa oksitosin bisa digunakan untuk mengatasi gangguan ini.

Oksitosin juga digadang-gadang bisa digunakan untuk pengobatan depresi. Namun, belum ada cukup bukti ilmiah yang mendukung teori ini.

Baca juga: Tips Sarapan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan

Oksitosin untuk terapi psikologi

Melansir data Medical News, para ilmuwan mengklaim oksitosin efektif untuk mengobati fobia sosial, autisme, dan depresi pascapersalinan.

Oksitosin dipercaya da[at membantu meningkatkan kesejahteraan interpersonal dan individu, sehingga berpeluang besar untuk digunakan dalam mengatasi beberapa gangguan neuropsikiatri.

Penggunaan oksitosin ini diklaim dapat membantu orang-orang yang menarik diri dari interaksi sosial, anxiety, dan tidak mampu mempercayai oran lain atau memiliki masalah trust issue.

Oksitosin juga berperan dalam manajemen kemarahan. Penelitian telah menunjukkan bahwa polimorfisme tertentu dari gen reseptor oksitosin (OXTR) dikaitkan dengan kecenderungan yang meningkat untuk bereaksi dengan amarah seseorang terhadap situasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

De Quervain's Tenosynovitis

De Quervain's Tenosynovitis

Penyakit
Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Health
Folikulitis

Folikulitis

Penyakit
Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Health
Kebutaan

Kebutaan

Penyakit
Kenali Penyebab Tekanan Darah Tinggi di Pagi Hari

Kenali Penyebab Tekanan Darah Tinggi di Pagi Hari

Health
10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

Health
7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

Health
Vulvodynia

Vulvodynia

Health
8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

Health
Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.