Kompas.com - 22/08/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi lapar ShutterstockIlustrasi lapar

KOMPAS.com - Perut keroncongan adalah tanda bahwa tubuh kita membutuhkan asupan makanan.

Nah, "alarm" yang menunjukan rasa lapar tersebut diatur oleh hormon bernama ghrelin.

Itu sebabnya, ghrelin juga mendapat julukan sebagai "hormon lapar". Produksi dan pelepasan ghrelin terjad di perut, usus kecil, otak dan pankreas.

Umumnya, hormon ini bNaerperan penting dalam peredaran tubuh manusia. mun, hormon ini memiliki peran utama di area pencernaan, khususnya memfasilitasi sensasi lapar dan kenyang serta meningkatkan penyimpanan lemak.

Kadar hormon ghrelin manusia berubah sepanjang hari. Ketika lapar, hormon ini akan meningkat. Sebaliknya, kadar hormon ini akan menurun saat kita kenyang.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis dan Manfaat Karbohidrat

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Mengenal Ghrelin, Hormon yang Mengatur Sensasi Lapar dan Kenyang
Hormon ghrelin berperan penting dalam peredaran tubuh manusia. mun, hormon ini memiliki peran utama di area pencernaan.
Bagikan artikel ini melalui

Manfaat hormon ghrelin

Selain menentukan sensasi rasa lapar dan kenyang, ghrelin juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita. Berikut berbagai manfaat hormon ghrelin:

1. Sekresi kelenjar hipofisis

Kelenjar hipofisis ada di otak, dan fungsi utamanya adalah melepaskan hormon penting bagi tubuh.

Kelenjar hipofisis juga terdiri dari dua bagian utama, yakni lobus anterior dan lobus posterior.
Sementara itu, ghrelin membantu kelenjar pituitari mengeluarkan hormon hipofisis anterior.

2. Regulasi insulin

Beberapa bukti menunjukkan ghrelin dapat membantu mengatur produksi insulin.

Hal ini dilakukan dengan mengontrol sekresi insulin dan memberi sinyal pada reseptor insulin.

3. Menunjang kesehatan jantung

Ghrelin dapat memiliki beberapa efek menguntungkan pada jantung dan bisa menjadi agen terapeutik yang menjanjikan dalam mengobati penyakit kardiovaskular.

Sayangnya, mekanisme yang mendasari bagaimana ghrelin bermanfaat bagi sistem kardiovaskular masih belum jelas.

Mengontrol ghrelin untuk menurunkan berat badan

Hormon ghrelin dibutuhkan oleh tubuh untuk mengatur dan memelihara beberapa fungsi vital dalam tubuh.

Namun, ghrelin juga memainkan peran kunci untuk mengontrol rasa lapar dan kenyang.

Mengurangi kadar ghrelin dapat menurunkan nafsu makan. Alhasil, cara ini bisa menjadi alternatif untuk menurunkan berat badan.

Tapi, untuk menurunkan berat badan kita juga harus mengontrol faktor perilaku dan lingkungan.

Baca juga: 4 Hal yang Bikin Diet Rendah Karbohirat Gagal Turunkan Berat Badan

Untuk mengurangi kadar ghrelin secara alami, kita bisa melakukan hal berikut:

- Mengurangi asupan fruktosa

Banyak riset membuktikan mengonsumsi makanan tinggi fruktosa dapat meningkatkan ghrelin.

Peningkatan kadar hormon ghrelin juga bisa meningkatkan nafsu makan yang turut memicu kenaikan berat badan.

- Meningkatkan asupan protein

Mengkonsumsi makanan tinggi protein dapat menekan ghrelin, yang menyebabkan perasaan kenyang yang lebih berkelanjutan.

- Olahraga

Riset 2018 membuktikan latihan aerobik yang intens dapat mengurangi kadar ghrelin.

Di sisi lain, sementara yang lain menemukan bahwa latihan sirkuit dapat meningkatkan kadar ghrelin.

Meskipun beberapa bentuk olahraga dapat meningkatkan kadar ghrelin, kondisi ini tidak memiliki pengaruh signifikan pada rasa lapar.

Olahraga juga memengaruhi hormon lain, seperti insulin dan leptin, yang juga berperan dalam rasa lapar.

- Mengurangi stres

Tingkat stres yang tinggi dan kronis dapat menyebabkan peningkatan kadar ghrelin.

Oleh karena itu, stres tinggi juga bisa memicu peningkatan nafsu makan.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.