Fakta Seputar Plasenta Previa, Biang Pendarahan pada Ibu Hamil

Kompas.com - 17/09/2020, 15:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Plasenta previa adalah kondisi saat plasenta bayi menutupi sebagian atau seluruh saluran rahim.

Plasenta adalah organ penghubung janin dengan dinding rahim yang tersambung melalui tali pusar.

Fungsi plasenta selama kehamilan yakni melindungi janin, memberikan pasokan oksigen dan nutrisi, serta membuang kotoran dari janin.

Baca juga: Cara Mencegah Stretch Mark pada Ibu Hamil sesuai Usia Kehamilan

Pada kehamilan normal, plasenta menempel di bagian atas atau samping rahim.

Plasenta previa membuat ibu hamil mengalami pendarahan selama kehamilan dan persalinan.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu plasenta previa, penyebab, sampai faktor risikonya.

Apa itu plasenta previa?

Dilansir dari What to Expect, plasenta previa adalah komplikasi kehamilan yang jarang namun dialami sebagian ibu hamil.

Sebanyak satu dari 200 kehamilan disertai komplikasi plasenta previa.

Ibu hamil dengan plasenta previa, memiliki plasenta yang tertanam di bagian bawah rahim, sehingga area serviks untuk jalan lahir bayi tertutup.

Awam jamak mengenal masalah kehamilan ini sebagai ari-ari atau plasenta di bawah.

Ada beberapa jenis plasenta previa, yakni:

  • Plasenta previa penuh: plasenta menutupi seluruh saluran rahim
  • Plasenta previa parsial: plasenta menutupi sebagian saluran rahim
  • Plasenta previa marginal: plasenta terlalu dekat dengan serviks

Segala jenis plasenta previa dapat memengaruhi proses persalinan bayi.

Baca juga: 10 Penyebab Haid Terlambat Selain Hamil

Gejala plasenta previa

Ilustrasi ibu hamilNataliaDeriabina Ilustrasi ibu hamil
Ibu hamil dengan plasenta previa memiliki gejala utama pendarahan dari vagina.

Melansir Mayo Clinic, pendarahan tersebut berupa darah merah segar tanpa disertai rasa sakit dan muncul di paruh kedua kehamilan.

Beberapa ibu hamil juga mengalami kontraksi selama pendarahan.

Ibu hamil yang didiagnosis dengan plasenta previa di awal kehamilan, umumnya gejala komplikasi kehamilan tersebut sembuh seiring pertumbuhan rahim.

Namun, plasenta previa yang muncul di tengah atau akhir kehamilan, kemungkinan sembuhnya semakin kecil.

Plasenta previa bisa dideteksi lewat pemeriksaan USG kehamilan, terutama menginjak trimester kedua.

Jika ibu hamil mengalami pendarahan bagina selama trimester kedua atau ketiga, segera konsultasikan ke dokter.

Baca juga: Jantung Berdebar saat Hamil, Normal atau Tidak?

Penyebab plasenta previa

Para ahli hingga kini belum mengetahui dengan pasti apa penyebab plasenta previa.

Namun, ibu hamil berisiko mengalami plasenta previa apabila:

  • Pernah melahirkan
  • Punya riwayat luka di rahim karena operasi caesar, pengangkatan fibroid rahim, atau kuret
  • Pernah mengalami plasenta previa di kehamilan sebelumnya
  • Hamil lebih dari satu janin
  • Berusia di atas 35 tahun
  • Merokok
  • Menggunakan obat psikotropika tertentu

Baca juga: Cara Membersihkan Puting Payudara buat Ibu Hamil

Pencegahan dan pengobatan plasenta previa

Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19. Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19.
Sayangnya, tidak ada cara khusus untuk mencegah plasenta previa.

Setelah didiagnosis plasenta previa, dokter umumnya akan merekomendasikan persalinan aman, terutama jika ibu hamil mengalami pendarahan.

Di antaranya dengan meminimalkan gerakan panggul. Ibu hamil dengan plasenta previa disarankan tidak melakukan hubungan seks, tidak menggunakan tampon, dan tidak melakukan pemeriksaan panggul

Dokter umumnya juga melakukan pemantauan intensif pada janin untuk melihat detak jantung dan gerakan bayi masih kuat.

Baca juga: Anemia pada Ibu Hamil: Penyebab, Ciri-ciri, Cara Mengatasi

Ibu hamil yang mengalami pendarahan hebat biasanya disarankan untuk istirahat di tempat tidur (bed rest).

Hal yang tak kalah penting, ibu hamil dengan plasenta previa perlu mewaspadai tanda-tanda persalinan prematur.

Sekitar 75 persen ibu hamil dengan plasenta previa umumnya melahirkan dengan operasi caesar dengan jadwal yang lebih cepat ketimbang hari perkiraan lahir.

Dengan perawatan medis yang tepat, sebagian besar ibu hamil dengan plasenta previa bisa melahirkan bayi sehat dan selamat melalui persalinan.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X