Kompas.com - 18/09/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi bayi kieferpixIlustrasi bayi

KOMPAS.com - Operasi caesar adalah prosedur pembedahan untuk melahirkan bayi.

Menurut Mayo Clinic, operasi caesar umumnya direkomendasikan bagi wanita dengan komplikasi atau masalah kehamilan.

Proses persalinan dengan operasi caesar bagi para ibu melahirkan bisa berbeda-beda. Demikian juga dengan pemulihannya.

Ada yang pulih dalan waktu relatif cepat. Namun ada juga yang butuh waktu sembuh lebih lama karena memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Baca juga: Ibu Menyusui Jangan Cemas Hasil ASI Perah Sedikit, Coba Tips Berikut

Pasangan perlu mempertimbangkan setelah operasi caesar biasanya wanita mengalami nyeri sampai perubahan suasana hati.

Untuk mempercepat penyembuhan, berikut beberapa tips perawatan setelah operasi caesar untuk membantu ibu agar lekas pulih:

1. Banyak beristirahat

Dilansir dari Medical News Today, ibu yang baru melahirkan perlu banyak beristirahat pasca-operasi caesar.

Kondisi ini memang tidak ideal bagi ibu yang baru melahirkan, terutama para orangtua baru.

Pasalnya, bayi yang baru lahir masih memiliki jam tidur yang belum teratur. Bayi bisa terbangun setiap satu atau dua jam sekali.

Untuk itu, ibu yang yang melahirkan secara caesar perlu dukungan orang terdekat agar bisa banyak beristirahat.

Usahakan untuk tidur saat bayi tidur. Minta bantuan pasangan dan orang terdekat untuk merawat bayi sementara ibu beristirahat.

Baca juga: Ibu Menyusui Minum Kopi, Apakah Berpengaruh pada Bayi?

2. Kelola rasa sakit

Nyeri setelah operasi caesar adalah hal yang tak terhindarkan.

Salah satu perawatan pasca-operasi caesar yang utama adalah mengelola rasa sakit.

Konsumsi obat pereda nyeri yang diresepkan dokter ketika rasa tak nyaman ini muncul.

Jika rasa sakit semakin parah, konsultasikan kepada dokter yang menangani.

Baca juga: Kaki Bengkak setelah Melahirkan: Penyebab dan Cara Mengatasi

3. Perhatikan tanda infeksi

Ilustrasi demamShutterstock Ilustrasi demam
Dokter umumnya menyarankan pemantauan tanda-tanda infeksi pada ibu yang baru melahirkan secara caesar.

Pemantauan dilakukan dengan mengukur suhu tubuh setelah operasi caesar, terutama dalam waktu 24 jam.

Selain demam, tanda-tanda infeksi lainnya yakni nyeri hebat, muncul garis kemerahan di luka bekas sayatan, dan menggigil kedinginan.

Apabila muncul tanda-tanda infeksi setelah operasi, segera cari pertolongan medis darurat.

Baca juga: Jenis KB yang Aman untuk Ibu Menyusui

4. Jaga kebugaran tubuh

Perawatan setelah operasi caesar yang tak boleh diabaikan adalah menjaga kebugaran fisik.

Setelah dinyatakan siap turun dari tempat tidur, pastikan ibu yang baru melahirkan secara caesar untuk melatih fisiknya.

Pilih olahraga jalan kaki ringan yang baik untuk kebugaran sekaligus menjaga kesehatan mental.

Jalan kaki juga bisa mengurangi risiko pembekuan darah, gangguan jantung, dan pembuluh darah lainnya.

Hindari aktivitas fisik berlebihan di empat minggu pertama setelah melahirkan.

Hindari mengangkat benda yang bobotnya lebih berat ketimbang bayi di minggu-minggu awal setelah persalinan caesar.

Baca juga: Pasca Operasi, Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini untuk Percepat Pemulihan

5. Atasi sembelit

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Salah satu fokus perawatan setelah operasi caesar adalah menjaga agar BAB tetap lancar.

Perubahan hormon, otot perut yang belum pulih, dan banyak berbaring dapat memicu sembelit pada ibu setelah operasi caesar.

Sembelit atau susah BAB yang parah bisa terasa menyakitkan. Pasalnya, proses mengejan dapat melukai bekas sayatan operasi.

Pasca-operasi caesar, upayakan ibu yang baru melahirkan minum banyak air putih, buah, dan sayur untuk membantu mencegah sembelit.

Bila susah BAB cukup parah, konsultasikan kepada dokter terkait penggunaan obat pelunak feses.

Baca juga: ASI Perah Bisa Bertahan Berapa Jam di Suhu Ruang?

6. Berikan dukungan emosional

Selain perawatan fisik, perawatan setelah operasi caesar juga perlu menyentuh aspek emosional.

Proses melahirkan memberikan pengalaman emosional bagi semua orang yang terlibat.

Wanita yang mengalami persalinan darurat, kelahiran traumatis, atau operasi caesar butuh memproses emosi yang lebih rumit.

Untuk itu, kelompok ini membutuhkan dukungan emosional dari orang terdekat. Termasuk pasangan, teman, atau terapis.

Dengan sokongan emosional yang memadai, risiko wanita yang baru melahirkan mengalami depresi pasca-melahirkan bisa berkurang.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X