Kompas.com - 03/10/2020, 10:31 WIB

Dermatitis seboroik memengaruhi banyak area kulit, termasuk bagian belakang telinga, tulang dada, alis, dan sisi hidung.

Kulit akan menjadi merah, berminyak, dan tertutup sisik bersisik putih atau kuning.

Dermatitis seboroik terkait erat dengan Malassezia, jamur yang biasanya hidup di kulit kepala dan memakan minyak yang dikeluarkan oleh folikel rambut.

Baca juga: 8 Cara Menghilangkan Tumit Kaki Pecah-pecah Secara Alami

Biasanya tidak menimbulkan masalah, tetapi pada beberapa orang menjadi terlalu aktif, menyebabkan kulit kepala menjadi teriritasi dan menghasilkan sel kulit ekstra.

Saat sel kulit ekstra ini mati dan rontok, mereka bercampur dengan minyak dari rambut dan kulit kepala, membentuk ketombe.

2. Kurangnya menyisir rambut

Menyisir atau menyikat rambut secara teratur dapat mengurangi risiko ketombe, karena membantu pengelupasan kulit secara normal.

3. Jamur

Orang yang sensitif terhadap jamur memiliki kemungkinan ketombe yang sedikit lebih tinggi, jadi jamur mungkin berperan sebagai penyebab ketombe.

Ketombe seringkali lebih buruk selama bulan-bulan musim dingin dan lebih baik ketika cuaca lebih hangat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.