Kompas.com - 16/10/2020, 10:35 WIB
ilustrasi cuci tangan dengan hand sanitizer SHUTTERSTOCKilustrasi cuci tangan dengan hand sanitizer

Pasalnya, bahan aktif dalam handsanitizer yang kedaluwarsasudah tak efektif lagi untuk membasmi semua jenis virus dan bakteri.

Selain itu, penyimpanan handsanitizer juga perlu kita gunakan.

Baca juga: Penting untuk Kesehatan Mental, Berikut 4 Cara Meningkatkan Serotonin

Pastikan botol atau wadah handsanitizer tertutup rapat agar bahan aktif di dalamnya tidak menguap.

Bahan aktif handsanitizer yang menguap akan membuat prosentasenya menurun sehingga tak lagi efektif basmi patogen penyebab penyakit.

Tidak semua patogen mati karena handsanitizer

Handsanitizer tidak seratus persen membunuh virus dan bakteri penyebab penyakit.

Menurut laporan Cleveland Clinic, beberapa jenis patogen jahat, seperti Clostridioides difficile (C. diff) dan norovirus, tidak bisa mati dengan handsanitizer.

“Jika Anda berada di sekitar seseorang yang muntah atau diare, selalu gunakan sabun dan air dan scrub setidaknya selama 20 detik,” kata Carla McWilliams, spesialis penyakit menular.

Bagaimanapun juga, mencuci tagan dengan sabun dan air mengalir adalah cara paling efektif untuk membunuh virus dan kuman.

Itu sebabnya, kita hanya perlu menggunakan handsanitizer saat benar-benar tak ada akses sabun dan air mengalir.

Baca juga: Microsleep Bisa Membahayakan Nyawa, Begini Cara Mengatasinya

Kita perlu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat tangan benar-benar terlihat kotor, seperti terdapat minyak atau debu.

Usai menggunakan kamar mandi atau mengganti popok kita juga perlu mencuci tangan. Selain itu, sebelum dan sesudah makan kita juga tak boleh lupa mencuci tangan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.