Kompas.com - 15/11/2020, 12:12 WIB
ilustrasi garam Himalaya Shutterstockilustrasi garam Himalaya

KOMPAS.com - Belakangan, garam himalaya jamak digunakan sebagai pengganti garam biasa karena dianggap lebih sehat.

Popularitas garam himalaya menanjak karena diklaim sarat dengan berbagai mineral dan dapat memberikan manfaat untuk kesehatan.

Lantas, benarkah garam himalaya lebih baik dan sehat ketimbang garam biasa?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, berikut penjelasan apa itu garam himalaya dan kandungan garam himalaya.

Baca juga: Margarin dan Mentega, Mana yang Lebih Sehat?

Apa itu garam himalaya?

Dilansir dari Healthline, garam himalaya adalah jenis garam berwarna merah muda yang ditambang dari kawasan pertambangan garam Khewra, di dekat Himalaya, Pakistan.

Tambang garam Khewra adalah salah satu tambang garam tertua dan terbesar di dunia. Tambang ini diyakini terbentuk sejak jutaan tahun silam.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Benarkah Garam Himalaya Baik untuk Kesehatan?
Garam himalaya mengandung lebih banyak kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi ketimbang garam biasa. Benarkah lebih sehat?
Bagikan artikel ini melalui

Garam himalaya diekstraksi secara manual dan minim proses pemurnian, sehingga garam ini minim tambahan zat kimia.

Namun, seperti garam biasa atau garam dapur, garam himalaya banyak mengandung natrium.

Cara menggunakan garam himalaya tak jauh berbeda dengan garam biasa.

Yakni untuk memasak, membumbui makanan, untuk mengangkat sel kulit mati saat mandi, dll.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Air Fryer Bikin Masakan Lebih Sehat?

Kandungan garam himalaya

Garam himalaya tampilannya berbeda dengan garam biasa atau garam dapur.

Garam ini memiliki warna merah muda berkat proses alami pembuatannya, ditunjang kandungan mineralnya.

Salah satu mineral yang membuat warna garam himalaya berwarna merah muda adalah zat besi.

Berdasarkan penelitian, kandungan nutrisi garam himalaya per satu gram yakni:

  • Kalsium: 1,6 miligram
  • Kalium: 2,8 miligram
  • Magnesium: 1,06 miligram
  • Zat besi: 0,0369 miligram
  • Natrium: 368 miligram

Baca juga: Nasi atau Roti, Mana yang Lebih Sehat?

Sedangkan garam biasa atau garam dapur, kandungan nutrisinya per satu gram yakni:

  • Kalsium: 0,4 miligram
  • Kalium: 0,9 miligram
  • Magnesium: 0,0139 miligram
  • Zat besi: 0,0101 miligram
  • Natrium: 381 miligram

Dari perbandingan kandungan gizi kedua garam di atas, garam dapur memiliki lebih banyak natrium ketimbang garam himalaya.

Sementara garam himalaya mengandung lebih banyak kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi.

Baca juga: Kalori Nasi Goreng dan Cara Membuat Nasi Goreng Lebih Sehat

Benarkah garam himalaya baik untuk kesehatan?

Semangkuk garam HimalayaMagone Semangkuk garam Himalaya
Berkaca dari penelitian perbandingan kandungan nutrisi garam himalaya dan garam biasa di atas, memang benar garam himalaya unggul karena lebih kaya mineral.

Akan tetapi, perbedaan kandungan nutrisi kedua jenis garam tersebut dianggap sangat kecil atau tidak signifikan.

Sebagai gambaran, untuk memenuhi kebutuhan kalium per hari orang dewasa dalam kondisi sehat, setidaknya dibutuhkan 1,7 kilogram garam hilamaya per hari.

Jumlah tersebut tidak realistis untuk dikonsumsi, karena konsumsi garam berlebihan justru bisa berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa klaim menyebut manfaat garam himalaya untuk kesehatan di antaranya bisa menunjang diet.

Namun, sejumlah klaim kesehatan terkait garam himalaya tersebut belum memiliki bukti kuat atau penelitian pendukung.

Baca juga: Berapa Kalori Gorengan seperti Tahu Isi, Tempe, Bakwan, Pisang Goreng?

Melansir Medical News Today, garam himalaya diklaim lebih rendah natrium ketimbang garam biasa, sehingga dianggap bisa menunjang diet sehat.

Padahal, merujuk data penelitian, perbedaannya tidak signifikan sehingga klaim tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Klaim seputar kadar natrium garam himalaya jauh lebih rendah ketimbang garam biasa berasal dari ukuran kristal garam.

Besarnya ukuran kristal himalaya ada yang lebih besar ketimbang garam biasa dan ada yang sama saja.

Secara teknis, ukuran kristal garam yang lebih besar membuat kandungan natrium per takarannya jadi lebih sedikit.

Sehingga, penggunaan garam himalaya bisa jadi lebih sedikit ketimbang pemakaian garam biasa.

Namun, perlu diperhatikan, ada juga garam himalaya yang punya ukuran butiran sama dengan garam biasa. Jadi, takaran penggunaannya sama saja.

Baca juga: Kalori Telur Rebus, Ceplok, Orak-arik, Mana yang Paling Sehat?

Terlepas dari kandungan mineral garam himalaya atau garam biasa, hal yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah batas aman konsumsi natrium per hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan menganjurkan, konsumsi garam setiap orang maksimal sebanyak 2.000 miligram natrium, atau 1 sendok teh, atau 5 gram per hari.

Konsumsi garam jenis apa pun apabila berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Konsumsi garam berlebihan bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, osteoporosis, sampai penyakit ginjal.

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.