Kompas.com - 01/12/2020, 16:04 WIB
Ilustrasi antibiotik SHUTTERSTOCK/ESB ProfessionalIlustrasi antibiotik

KOMPAS.com - Antibiotik adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan parasit tertentu.

Obat ini tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi virus (misalkan influenza, Covid-19, dsb.) dan infeksi jamur (misalkan sariawan, gatal karena jamur, dll.).

Obat yang punya nama lain antimikroba ini umumnya diberikan dokter dalam bentuk sirup, tablet, kapsul, krim, salep, atau obat suntik.

Baca juga: Ada Apa di Balik Alasan Pembatasan Penggunaan Antibiotik?

Melansir laman resmi Patient, penggunaan obat antibiotik yang tepat dapat membantu mengatasi penyakit.

Obat ini tidak boleh sembarangan digunakan atau dikonsumsi, tanpa pengawasan dokter.

Jika tidak tepat digunakan, kuman biang penyakit bisa kebal atau resisten terhadap antibiotik. Dampaknya, penyakit jadi sulit diobati di kemudian hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut. resistensi antibiotik akibat penggunaan obat antibiotik sembarangan kini menjadi ancaman kesehatan global.

Dokter umumnya sangat berhati-hati saat memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit yang serius.

Baca juga: Fungsi Antibiotik dan Penggunaannya

Melansir NHS, antibiotik baru diberikan apabila infeksi sulit sembuh tanpa obat, menular, sulit sembuh tanpa bantuan pengobatan, berisiko memicu komplikasi parah.

Orang yang rentan terkena infeksi parah terkadang juga diberi obat antibiotik sebagai langkah pencegahan atau profilaksis antibiotik.

Jadi, Anda jangan heran apabila para dokter tidak memberikan antibiotik untuk penyakit akibat infeksi virus, jamur, atau infeksi bakteri yang sifatnya ringan.

Pilihan antibiotik yang diberikan dokter, tergantung infeksi kuman yang menyerang tubuh. Karena, satu jenis antibiotik hanya efektif untuk melawan bakteri atau parasit tertentu.

Dokter juga menimbang kondisi kesehatan penderita, tingkat keparahan penyakit, kondisi ginjal, dampaknya saat dipadukan dengan obat lain, riwayat alergi, persebaran penyakit di suatu daerah. dll.

Baca juga: 6 Efek Samping Antibiotik dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi antibiotikShutterstock Ilustrasi antibiotik
Terdapat ratusan obat antibiotik dengan nama berbeda-beda. Berikut beberapa jenis-jenis antibiotik yang umum beserta fungsinya:

1. Penisilin

Fungsi antibiotik ini jamak digunakan untuk mengobati infeksi umum misalkan infeksi umum, infeksi kulit, dada, dan saluran kencing.

Jenis antibiotik penisilin contohnya penisilin dan amoksisilin.

2. Cephalosporin

Fungsi antibiotik ini jamak digunakan untuk mengobati infeksi yang sifatnya serius, seperti septikemia dan meningitis.

Jenis antibiotik cephalosporin contohnya cephalexin.

Baca juga: Bolehkah Minum Kopi Setelah atau Sebelum Minum Obat?

3. Aminoglikosida

Fungsi antibiotik ini untuk mengobati infeksi yang sangat berbahaya seperti septikemia.

Penggunaan antibiotik ini perlu ekstra hati-hati dan hanya dilakukan tenaga kesehatan di rumah sakit.

Pasalnya, obat ini memiliki efek samping serius seperti gangguan pendengaran dan kerusakan ginjal.

Obat ini biasanya berupa obat suntik. Tapi, ada juga yang berupa obat tetes untuk infeksi telinga dan mata.

Jenis antibiotik aminoglikosida contohnya gentamisin dan tobramycin.

Baca juga: Bolehkah Minum Obat Setelah Minum Madu?

4. Tetrasiklin

Fungsi antibiotik ini untuk mengobati beragam infeksi seperti jerawat membandel dan penyakit kulit rosacea.

Jenis antibiotik tetrasiklin contohnya tetrasiklin dan doksisiklin.

5. Makrolida

Fungsi antibiotik ini untuk mengatasi penyakit infeksi paru-paru dan dada.

Antibiotik ini juga bisa menjadi obat alternatif untuk orang yang alergi antibiotik jenis penisilin, atau mengobati penyakit infeksi bakteri yang restisten antibiotik penisilin.

Jenis antibiotik makrolida contohnya eritromisin dan klaritromisin.

Baca juga: Minum Obat Hipertensi Pagi atau Malam Hari, Mana yang Lebih Baik?

6. Fluoroquinolones

Fungsi antibiotik ini untuk mengatasi beragam penyakit infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan dan infeksi saluran kencing.

Antibiotik ini jarang diberikan untuk pengobatan rutin jangka panjang karena memiliki efek samping yang serius.

Jenis antibiotik fluoroquinolones contohnya ciprofloxacin dan levofloxacin.

Saat diberi obat antibiotik dari dokter, Anda wajib mengonsumsinya dengan cara yang benar.

Perhatikan cara mengonsumsi obat apakah perlu dalam kondisi perut kosong atau perlu makan terlebih dahulu, dosisnya, dan petunjuk lain.

Hal yang tak kalah penting, pastikan Anda menghabiskan seluruh antibiotik agar pengobatan benar-benar tuntas. Hindari menghentikan pengobatan di tengah jalan tanpa persetujuan dokter.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Gangrene
Gangrene
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.