Kompas.com - 31/12/2020, 14:14 WIB
Ilustrasi saturasi oksigen ShutterstockIlustrasi saturasi oksigen

KOMPAS.com - Kadar oksigen dalam darah atau saturasi oksigen menunjukkan seberapa baik distribusi zat ini di dalam tubuh.

Seperti diketahui, sebagian besar oksigen dibawa sel darah merah dari paru-paru dan diedarkan ke seluruh tubuh.

Tubuh manusia membutuhkan oksigen dalam batas normal untuk menunjang kinerja setiap sel di dalam tubuh. Untuk itu, kadar oksigen perlu terjaga.

Baca juga: Apa itu Hipoksia?

Mengatahui kadar oksigen dalam darah penting untuk melihat kondisi tubuh saat terserang suatu penyakit.

Selain itu, memantau saturasi oksigen juga bertujuan untuk menentukan apakah suatu pengobatan berhasil atau perlu penyesuaian.

Melansir Healthline, terdapat dua cara mengukur saturasi oksigen dalam darah, yakni:

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Berapa Kadar Oksigen dalam Darah yang Normal?
Besarnya kadar oksigen dalam darah yang normal tergantung cara pengukurannya.
Bagikan artikel ini melalui

Besarnya kadar oksigen dalam darah yang normal tergantung cara pengukurannya.

Baca juga: 3 Penyebab Utama Sesak Napas Bisa Jadi Gejala Penyakit Apa Saja

Kadar oksigen normal menurut analisis gas darah

Analisis gas darah atau arterial blood gas (ABG) dilakukan dengan menakar kadar oksigen dalam darah, mendeteksi ada tidaknya karbondioksida, sampai tingkat keasaman (pH) darah.

Tes ini sangat akurat. Pengukurannya dilakukan di rumah sakit dan perlu dikerjakan tenaga medis profesional.

Dokter atau tenaga medis akan mengambil darah dari pembuluh darah arteri penderita, umumnya bagian pergelangan tangan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.