Kompas.com - 15/01/2021, 12:06 WIB
Ilustrasi Biduran, Ruam Kulit, Ruam Merah Kompas.comIlustrasi Biduran, Ruam Kulit, Ruam Merah

Namun, kasus biduran kronis (berkelanjutan) yang disertai reaksi alergi parah, merupakan masalah medis yang lebih besar.

Penyebab biduran

Melansir Medical News Today, biduran pada dasarnya terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap alergen (sesuatu yang menghasilkan reaksi alergi) dan melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya dari bawah permukaan kulit.

Baca juga: Dokter Sebut Ubah Warna Kulit Jadi Putih Bisa Picu Kanker Kulit

Histamin dan bahan kimia menyebabkan peradangan dan cairan menumpuk di bawah kulit, menyebabkan bintil.

Contoh pemicu biduran yang diketahui meliputi:

  1. Obat-obatan, termasuk beberapa antibiotik dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin dan penghambat ACE, digunakan untuk tekanan darah tinggi
  2. Makanan, seperti kacang-kacangan, kerang, bahan tambahan makanan, telur, stroberi, dan produk gandum
  3. Infeksi, termasuk influenza, flu biasa, demam kelenjar, dan hepatitis B
  4. Infeksi bakteri, termasuk infeksi saluran kemih dan radang tenggorokan
  5. Parasit usus
  6. Suhu ekstrem atau perubahan suhu
  7. Suhu tubuh tinggi
  8. Bulu hewan peliharaan dari anjing, kucing, kuda, dan sebagainya
  9. Tungau debu
  10. Kecoak dan limbah kecoak
  11. Getah
  12. Serbuk sari
  13. Beberapa tumbuhan, termasuk jelatang, poison ivy (Toxicodendron radicans), dan poison oak (kecubung, tembakau, bunga terompet kuning, bunga oleander, biji jarak)
  14. Gigitan dan sengatan serangga
  15. Beberapa bahan kimia
  16. Penyakit kronis, seperti penyakit tiroid atau lupus
  17. Paparan sinar matahari
  18. Air di kulit
  19. Goresan
  20. Olahraga

Di lebih dari separuh kasus, orang tidak pernah menemukan penyebab biduran pastinya.

Biduran kronis bahkah dapat dimulai sebagai respons autoimun, tetapi mengapa hal itu terjadi masih belum jelas.

Baca juga: Waspada, Paparan Sinar UV dari Matahari Bisa Picu Kanker Kulit

Cara mengatasi biduran

Merangkum WebMD, perawatan untuk biduran akut termasuk Antihistamin non sedatif yang diminum secara teratur selama beberapa minggu.

Antihistamin, seperti cetirizine atau fexofenadine dapat membantu dengan memblokir efek histamin dan mengurangi ruam serta menghentikan rasa gatal.

Berbagai antihistamin dapat dibeli di apotek maupun tersedia secara online.

Perlu diketahui, beberapa antihistamin bisa menyebabkan kantuk, terutama jika pengguna juga mengonsumsi alkohol.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X