Kompas.com - 15/01/2021, 16:01 WIB

Tapi jangan khawatir berlebihan, wanita bisa mencegah infeksi saluran kencing dengan kencing setelah berhubungan seks.

Bersihkan vagina sebelum dan sesudah berhubungan seks. Ingat, tak perlu menggunakan produk sabun khusus. Cukup pakai air mengalir.

2. Menopause

Menopause atau mati haid merupakan salah satu faktor risiko infeksi saluran kencing pada wanita.

Setelah menopause, produksi hormon estrogen wanita mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini menyebabkan perubahan kadar keasaman vagina.

Dampaknya, keseimbangan bakteri dan jamur di vagina terganggu dan meningkatkan kemungkinan infeksi.

Selain itu, sejumlah wanita dengan atrofi atau penipisan dinding vagina memiliki luka kecil di dekat uretra. Hal itu juga rentan menyebabkan infeksi saluran kencing.

Baca juga: 7 Tanda-tanda Menopause pada Wanita

3. Sembelit dan diare

Penyebab infeksi saluran kencing yang perlu diwaspadai adalah sembelit dan diare.

Sembelit membuat pengosongan kandung kemih terhambat. Kondisi tersebut memungkinkan bakteri berkembang biak dan memicu infeksi di kandung kemih.

Sedangkan diare dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kencing karena bakteri dari kotoran buang air besar yang encer mudah masuk ke dalam vagina dan uretra.

Untuk mencegah penyakit infeksi ini, pastikan wanita membersihkan dubur dari depan ke belakang agar tidak ada perpindahan bakteri.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.