Kompas.com - 23/02/2021, 06:06 WIB

KOMPAS.com - Air kencing berbusa umumnya muncul saat kita membuat air kecil terlalu cepat atau kencang.

Urine yang keluar dari semprotan kencing yang kencang ini memiliki banyak gelembung udara ketimbang urine yang mengalir ke toilet secara perlahan-lahan.

Di luar kondisi tersebut, air kencing berbusa bisa jadi tanda penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Berikut beberapa di antaranya:

Baca juga: Kenapa Jadi Sering Kencing setelah Minum Air Putih?

1. Dehidrasi

Melansir Women’s Health, air kencing berbusa bisa jadi tanda tubuh sedang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

Air adalah komponen utama dalam urine. Air seni bisa berbusa ketika seseorang kurang minum atau kurang cairan.

Semakin dehidrasi, urine yang keluar semakin pekat dan busa yang muncul jadi lebih banyak karena zat yang dikeluarkan dalam air kencing jadi lebih sedikit.

Sebelum banyak berspekulasi atau khawatir kencing berbusa tanda penyakit apa saja, coba telusuri banyak sedikitnya cairan yang sudah masuk ke tubuh.

Baca juga: 10 Kemungkinan Sering Kencing Bisa Jadi Gejala Penyakit Apa Saja

2. Penyakit ginjal

Fungsi ginjal utamanya untuk menyaring darah dan zat lain di dalam urine, utamanya protein.

Air kencing bisa berbusa saat kadar protein dalam urine tinggi. Kondisi ini bisa dipengaruhi penyakit ginjal.

Dalam kondisi normal, filter ginjal akan menyaring protein dari darah, sehingga protein tidak berakhir di urine.

Kadar protein yang meningkat di dalam urine bisa jadi gejala filter ginjal rusak atau bocor.

Selain air kencing berbusa, tanda penyakit ginjal lainnya yakni beberapa bagian tubuh membengkak.

Baca juga: Sering Kencing Saat Hamil Muda, Normalkah?

3. Diabetes atau hipertensi

Penyakit diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat memengaruhi aliran darah ke ginjal. Apabila kedua masalah kesehatan ini tidak dikontrol, fungsi ginjal bisa terganggu.

Tekanan darah dan gula darah tinggi bisa memicu stres dan membuat kadar protein dalam urine tinggi. Hal itu menyebabkan air kencing berbusa.

Konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami diabetes, hipertensi, dan air kencing berbusa.

4. Infeksi kronis

Air kencing berbusa juga bisa jadi tanda penyakit infeksi kronis di dalam tubuh.

Infeksi kronis seperti hepatitis atau HIV bisa membuat kadar protein urine tinggi.

Imbas infeksi kronis ini tak jarang turut menyerang filter ginjal, memicu peradangan, dan memengaruhi fungsi ginjal.

Baca juga: Kenapa Kencing setelah Berhubungan Seks itu Penting?

5. Efek samping obat penghilang rasa sakit

Sejumlah obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas di apotek atau toko obat memiliki efek samping membuat air kencing jadi berbusa.

Penggunaan obat tersebut dapat meningkatkan kadar protein urine dan terkadang memicu reaksi alergi peradangan ginjal.

Untuk itu, Anda perlu cermat minum obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Hindari mengonsumsi obat ini terus-menerus tanpa pengawasan medis.

6. Penyakit autoimun

Penyebab air kencing berbusa lainnya yakni penyakit autoimun seperti lupus. Kondisi autoimun dapat meningkatkan tekanan pada ginjal dan bisa mengganggu fungsi organ vital ini.

Autoimun dapat menyebabkan protein dalam urine, lewat sistem kekebalan tubuh, keliru menyerang filter ginjal penderita.

Gejala penyakit autoimun bisa bermacam-macam, umumnya berupa kelelahan, nyeri sendi, sering demam, dan air kencing berbusa.

Baca juga: 10 Penyebab Kencing Keluar Darah

7. Kanker darah

Di beberapa kasus yang jarang terjadi, air kencing berbusa juga bisa jadi tanda sakit kanker darah.

Kanker yang terbentuk di sel plasma darah dapat meningkatkan kadar protein urine. Hal itu dipengaruhi antibodi imbas kanker meracuni filter ginjal.

Menurut Mayo Clinic, secara umum air kencing berbusa umumnya bukanlah masalah kesehatan yang perlu dikhawatirkan.

Tapi, Anda perlu khawatir apabila urine berbusa terus-menerus keluar. Hal itu bisa jadi tanda kadar protein dalam urine tinggi.

Untuk memastikan penyebab kencing berbusa yang pasti, dokter biasanya merekomendasikan tes urine dan tes lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.