Kompas.com - 24/02/2021, 10:04 WIB
ilustrasi sesak napas shutterstock/Twinsterphotoilustrasi sesak napas

Tidak ada obat untuk penyakit ini, tetapi pengobatan meredakan gejala dan memperlambat perkembangan.

Perawatan dini adalah yang terbaik, itulah sebabnya dokter sekarang secara teratur melakukan skrining untuk penyakit ini.

Pengobatan dan terapi fisik membantu mengencerkan lendir dan mencegah infeksi paru-paru.

Baca juga: 8 Gejala Paru-paru Basah yang Perlu Diwaspadai

6. Pneumonia kronis

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang ddisebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

Mikroorganisme tumbuh dan berkembang di paru-paru, menimbulkan gejala yang merugikan.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Bagikan artikel-artikel Health yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

7 Jenis Penyakit Paru-paru Kronis yang Perlu Diwaspadai
Mengenal beragam jenis penyakit paru-paru kronis penting sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi yang dapat menyebabkan kematian tersebut.
Bagikan artikel ini melalui

Dalam kasus pneumonia, kantung udara menjadi meradang dan mungkin terisi dengan cairan, yang mengganggu aliran oksigen.

Sebagian besar waktu orang pulih dalam beberapa minggu. Namun, terkadang penyakit ini terus berlanjut, dan bahkan bisa mengancam nyawa.

Pneumonia dapat menyerang siapa saja, tetapi kemungkinan besar berkembang pada orang yang paru-parunya sudah rentan karena:

  • Merokok
  • Sistem kekebalan yang melemah
  • Penyakit lain
  • Pembedahan
  • Pneumonia sering kali dapat disembuhkan.

Antibiotik dan obat antivirus dapat membantu dan seiring waktu, istirahat serta pemberian cairan yang tepat diyakini dapat membuat penyakit ini lekas hilang.

Baca juga: 5 Bahaya Nikotin dalam Rokok Elektrik

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X