Kompas.com - 25/02/2021, 19:01 WIB
Perawat Israel menyiapkan vaksin Covid-19 untuk disuntikkan di Barzilai Madical Center di kota Ashkelon, pada Minggu (20/12/2020). AP PHOTO/TSAFRIR ABAYOVPerawat Israel menyiapkan vaksin Covid-19 untuk disuntikkan di Barzilai Madical Center di kota Ashkelon, pada Minggu (20/12/2020).

KOMPAS.com - Tidur berkualitas adalah salah satu kunci menjaga kesehatan.

Beberapa penelitian menunjukkan, kurang tidur dapat memengaruhi sistem daya tahan tubuh dan efektivitas vaksin.

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari vaksin, setiap orang disarankan untuk tidur berkualtas sebelum dan setelah disuntik vaksin.

Baca juga: Syarat Lansia, Komorbid, Penyintas, Ibu Menyusui Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19

Penelitian tidur dan efektivitas vaksin

Tidur cukup dan berkualitas erat kaitannya dengan daya tahan tubuh, termasuk orang yang disuntik vaksin.

Penelitian pada 2012 menunjukkan, orang yang punya kebiasaan tidur teratur selama minimal tujuh jam di malam hari terbukti merespons vaksin hepatitis B lebih baik ketimbang orang yang tidurnya kurang dari enam jam.

Ahli psikologi klinis dan kesehatan masyarakat dari University of California AS, Aric Prather, PhD, menyampaikan dampak tidur bagi orang yang disuntik vaksin hepatitis B cukup signifikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Orang yang tidurnya kurang dari enam jam, efektivitas vaksinnya 11,5 kali lebih rendah ketimbang orang yang tidurnya lebih dari tujuh jam,” jelas dia, seperti dilansir dari WebMD.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Sleep ini mengamati efekvitas kekebalan tubuh orang dewasa sehat yang diberi vaksin hepatitis B.

Ahli mengamati 125 pria dan wanita berusia 40-60 tahun yang telah diberi vaksin sebanyak tiga dosis.

Baca juga: Kenali Arti Efikasi Vaksin, Berbeda dari Efektivitas

Objek penelitian ini lantas dipasangi alat pelacak tidur di pergelangan tangannya. Lantas, ahli mengevaluasi durasi sampai kualitas tidur.

Dari hasil penelitian disimpulkan, orang yang punya kebiasaan kurang tidur menghasilkan respons antibodi yang lebih sedikit setelah disuntuk vaksin.

Selain itu, ada juga beberapa studi terkait tidur cukup dan berkualitas dengan kekebalan tubuh terkait vaksin.

Melansir Psychology Today, penelitian di Journal of Behavioral Medicine edisi 2020 juga menyebut, lamanya waktu tidur memengaruhi efektivitas vaksin influenza.

Tidur berkualitas selama lebih dari enam jam dapat meningkatkan memori imunologis atau kemampuan kekebalan tubuh dalam mengenali atau mengingat patogen tertentu setelah divaksin.

Selain itu, orang yang terbiasa tidur cukup dan berkualitas juga dapat mengembangkan respons antibodi lebih cepat dan kuat setelah disuntik vaksin.

Baca juga: Takut Jarum Suntik Berlebihan, Waspadai Trypanophobia

Bagaimana baiknya?

Ahli menyarankan, orang yang akan disuntik vaksin seperti vaksin Covid-19 atau influenza, mengupayakan tidur nyenyak lebih dari enam jam paling tidak dua malam sebelum menerima vaksin. 

Selain itu, untuk meminimalkan efek samping vaksinasi dan mengoptimalkan respons kekebalan tubuh, setiap orang juga wajib tidur berkualitas setelah divaksin.

Terdapat beberapa cara mengatasi susah tidur dan mendapatkan tidur berkualitas yang bisa dijajal, antara lain:

  • Hindari menatap layar komputer atau gawai sesaat sebelum tidur
  • Jaga pencahayaan ruangan agar tidak silau
  • Bangun suasana rileks sebelum tidur tanpa melihat layar gawai, caranya bisa dengan membaca buku atau mengerjakan hobi
  • Buat jadwal tidur yang teratur, termasuk kapan berangkat tidur dan bangun tidur
  • Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan istirahat. Jangan digunakan untuk bekerja, menonton televisi, dll.
  • Jika masih susah tidur, upayakan untuk beranjak dari tempat tidur selama 20 menit dan buat pikiran rileks sampai benar-benar mengantuk

Tidur berkualitas memang memiliki manfaat untuk sistem kekebalan tubuh. Namun, pastikan kebiasaan baik ini turut diimbangi dengan pola makan sehat dan olahraga teratur agar kesehatan semakin optimal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.