Kompas.com - 01/03/2021, 14:05 WIB

KOMPAS.com – Firusa ani adalah istilah medis yang menggambarkan adanya sobekan atau luka kecil di jaringan tipis dan lembab (mukosa) yang melapisi anus.

Fisura ani biasanya menyebabkan nyeri dan pendarahan saat buang air besar (BAB).

Kebanyakan celah anus berukuran kurang dari 1 cm dan anus adalah bagian tubuh yang sangat sensitif.

Baca juga: 4 Gejala Fisura Ani, Robekan di Lapisan Anus yang Perlu Diwaspadai

Oleh sebab itu, adanya robekan kecil saja, nyeri di daerah ini bisa menjadi cukup parah.

Melansir Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa komplikasi fisura ani yang dapat terjadi:

  • Sulit sembuh

Fisura ani yang gagal sembuh dalam delapan minggu dianggap kronis dan mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut.

  • Kambuh

Setelah mengalami fisura ani, seseorang cenderung bakal mengalami fisura anus lagi.

  • Sobekan yang meluas ke otot di sekitarnya

Fisura ani dapat meluas ke cincin otot yang menahan anus tertutup (sfingter ani internal), sehingga fisura ani lebih sulit untuk sembuh.

Sobekan yang tidak sembuh dapat memicu siklus ketidaknyamanan yang mungkin memerlukan pengobatan atau pembedahan untuk mengurangi rasa sakit dan untuk memperbaiki atau menghilangkan luka tersebut.

Mengingat ketidaknyamanan atau kergugian yang dapat ditimbulkan, fisura ani kiranya termasuk kondisi yang layak diantisipasi.

Baca juga: 14 Penyebab Anus Gatal dan Cara Mengatasinya

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.