KOMPAS.com – Kegemukan atau obesitas adalah penyakit kronis multisebab yang dapat mengurangi kualitas hidup pengidapnya.
Tak hanya itu, obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena beragam penyakit berat, seperti:
Baca juga: 6 Bahaya Obesitas pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Maka dari itu, obesitas adalah kondisi yang tak layak dianggap remah.
Sayangnya, beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya telah mengalami obesitas.
Jika dibiarkan, hal itu tentu bisa jadi berbahaya.
Body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh (IMT) adalah indikator umum yang kerap dipakai untuk mengklasifikasikan berat badan ideal.
Melansir WebMD, melalui metode penghitungan BMI, seseorang bisa memperoleh infomasi dasar tetang berat badan ideal dan tidak ideal.
BMI atau IMT bisa dihitung dengan rumus berikut:
BMI= berat badan dalam satuan kg/(tinggi badan dalam satuan meter)²
Klasifikasi IMT menurut Permenkes RI No. 41 tahun 2014 tentang Peroman Gizi Seimbang, yakni sebagai berikut:
Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?
Sementara itu, tidak jauh beda, klasifikasi BMI berdasarkan Asia Pasifik (2000) adalah sebagai berikut:
Jadi, misalnya seseorang memiliki berat badan76 kilogram dan tinggi badan 158 sentimeter, besar BMI-nya adalah 76 dibagi (1,58x1,58)= 30,4.
Karena memiliki BMI lebih dari 30, orang tersebut dapat dikatakan sudah mengalami obesitas derajat 2.
Baca juga: 6 Penyebab Obesitas yang Perlu Diwaspadai
Namun, terkadang, BMI bisa menjadi cara yang culut bagi orang awam untuk mengetahui tingkat kelebihan berat badan atau obesitas mereka.
Selain itu, BMI tidak dapat memperhitungkan otot yang mungkin dimiliki, yang berarti pembacaan salah mungkin terjadi.