Kompas.com - 25/03/2021, 14:15 WIB
Pemberian suntikan vaksin Pixabay/kfuhlertPemberian suntikan vaksin

KOMPAS.com - Imunisasi dan vaksinasi seringkali membuat banyak orang bingung. Sebab, dua istilah tersebut punya makna serupa dan susah dibedakan.

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), vaksinasi dan imunisasi memang saling berkaitan.

Vaksinasi dilakukan dengan menggunakan vaksin untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar terlindung dari infeksi atau penyakit di masa mendatang.

Sedangkan imunisasi adalah proses pemberian vaksin agar kebal terhadap penyakit menular.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Beda Vaksinasi dan Imunisasi

Cara kerja imunisasi

Semua jenis imunisasi bekerja dengan cara yang sama. Ketika seseorang disuntik dengan vaksin, tubuh menghasilkan respon kekebalan dengan cara yang serupa seperti usai terpapar suatu penyakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika orang yang melakukan imunisasi tersebut terkena penyakit di masa mendatang, maka tubuh mampu membuat respon kekebalan dengan cepat.

Dengan begitu, penyakit yang masuk ke tubuh tidak bisa berkembang atau menjadi parah.

Berapa lama imunisasi bekerja?

Secara umum, respon imun normal membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk bekerja.

Artinya, perlindungan dari infeksi tidak akan terjadi segera terjadi setelah imunisasi.

Kebanyakan imunisasi perlu diberikan beberapa kali untuk membangun perlindungan yang tahan lama.

Efek perlindungan imunisasi juga tidak selalu seumur hidup.

Misalnya, vaksin batuk rejan memberikan perlindungan sekitar lima tahun setelah masa pengobatan penuh.

Imunisasi influenza diperlukan setiap tahun karena sering terjadi perubahan jenis virus flu di masyarakat.

Cara kerja vaksin

Vaksinasi adalah hal terpenting yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri dan orang sekitar dari penyakit menular.

Menurut data nasional kesehatan Inggris, vaksinasi mampu mencegah hingga 3 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun.

Vaksin bekerja dengan membuat sistem kekebalan tubuh agar bisa membuat antibodi melindungi diri dari penyakit.

Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh bisa mengetahui dengan tepat bagaimana melindungi diri kita dari penyakit di masa depan.

Setelah sistem kekebalan mengetahui cara melawan penyakit, maka tubuh akan trlindungi hingga bertahun-tahun.

Vaksin juga bisa bekerja melindungi tubuh dengan membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Jika cukup banyak orang yang divaksinasi, maka penyakit menulat lebih sulit menyebar ke orang-orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin.

Baca juga: 3 Jenis Makanan yang Baik untuk Ginjal

Efek vaksinasi

Vaksinasi juga bisa menimbulkan efek samping tertentu. Kabar baiknya, sebagian besar efek samping vaksinasi ringan dan tidak berlangsung lama.

Efek samping vaksinasi yang paling umum terjadi antara lain:

  • pembengkakan dan merah di area yang disuntik vaksin
  • demam atau tidak enak badan
  • pegal-pegal
  • sakit kepala.

Vaksinasi juga bisa memicu reaksi alergi. Namun, efek samping ini jarang terjadi. Dengan perawatan yang tepat, reaksi alergi pun bisa pulih dengan cepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.