Kompas.com - 26/03/2021, 12:01 WIB

KOMPAS.com - Tuberkulosis atau TBC paru adalah penyakit infeksi bakteri yang menyerang organ paru-paru.

Penyakit ini mudah menular dari satu penderita ke orang sekitarnya, tapi bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Jika tidak diobati, TBC paru bisa memicu komplikasi kerusakan paru-paru permanen sampai mengancam jiwa.

Baca juga: TBC Kelenjar: Gejala, Cara Mengobati, Cara Mencegah

Penyakit ini masih menjadi momok karena ajek berada di jajaran 10 penyakit penyebab kematian di dunia. Berikut beragam gejala TBC paru dan penyebabnya yang perlu diketahui.

Gejala TBC paru

Melansir Medical News Today, Gejala TBC paru bisa berkembang secara perlahan-lahan.

Tak pelak, di awal terinfeksi, banyak orang tidak menyadari dirinya terkena penyakit ini.

Ada beberapa gejala TBC paru yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Batuk parah yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu
  • Dada terasa sakit
  • Dahak ada darahnya
  • Sesak napas
  • Berat badan turun tanpa sebab jelas
  • Tidak nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Mudah lelah atau sering lemas
  • Badan kerap demam dan menggigil
  • Tubuh banyak berkeringat, terutama di malam hari

Orang yang mengidap TBC paru belum tentu selalu bergejala. Terkadang ada penyakit jenis TBC laten.

Orang dengan TBC laten tidak bisa menularkan penyakitnya dan tidak merasakan ciri-ciri TBC laten karena daya tahan tubuhnya kuat.

Tapi, sistem imunnya melemah, tidak menutup kemungkinan TBC laten bisa berkembang menjadi penyakit TBC aktif.

Baca juga: Sakit Punggung Bisa Jadi Ciri-ciri TBC Tulang

Penyebab TBC paru

Seperti penyakit TBC lainnya, penyebab TBC paru juga berasal dari infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Melansir Healthline, tak hanya menyerang paru-paru, bakteri tuberkulosis juga bisa menyebar ke organ lain melalui aliran darah.

Di antaranya ke kelenjar getah bening, ginjal, otak, pelapis jantung, sampai ke tulang.

Bakteri penyebab TBC paru bisa menular dari satu orang ke orang lain lewat udara.

Baca juga: Kenali Cara Penularan dan Kapan Penyakit TBC Dapat Menular

Artinya, orang dapat terinfeksi penyakit ini setelah menghirup udara yang dihembuskan penderita TBC melalui:

  • Batuk
  • Bersin
  • Tertawa
  • Bernyanyi

Kuman penyebab TBC bisa bertahan di udara selama beberapa jam. Orang bisa tertular penyakit ini saat menghirup udara yang mengandung bakteri tersebut.

Namun, biasanya orang baru tertular penyakit ini apabila terlalu dekat jaraknya dengan penderita atau berinteraksi dalam waktu lama.

Baca juga: Obat TBC, Efek Samping, Cara Minumnya

TBC paru rentan menular kepada orang terdekat atau orang yang banyak berinteraksi dengan penderita.

Seperti anggota keluarga, teman kerja, teman sekolah, orang yang tinggal di lembaga permasyarakatan, pondok, asrama, panti jompo, rumah sakit, atau tempat penampungan.

Seseorang juga lebih rentan terkena TBC paru apabila usianya di atas 60 tahun, anak kecil, perokok, penderita penyakit autoimun, diabetes, penyakit ginjal, HIV, sampai orang yang sedang menjalani kemoterapi.

Lakukan pemeriksaan kesehatan apabila ada gejala TBC paru atau orang terdekat terkena penyakit ini.

Gangguan kesehatan ini bisa diketahui lewat tes dahak, CT scan, PCR, sampai biopsi paru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.