Kompas.com - 25/03/2021, 20:08 WIB

KOMPAS.com - Jumlah sperma yang rendah berarti cairan (air mani) yang diejakulasikan oleh pria selama orgasme mengandung lebih sedikit sperma dari biasanya.

Dalam dunia kesehatan, jumlah sperma yang rendah dapat disebut oligospermia.

Sedangkan tidak adanya sperma disebut azoospermia.

Baca juga: 3 Teknik Menunda Ejakulasi untuk Cegah Ejakulasi Dini

Jumlah sperma pria bisa dianggap lebih rendah dari biasanya jika memiliki kurang dari 15 juta sperma per mililiter (ml) air mani.

Kondisi ini pun layak diantisipasi atau diwaspadai.

Pasalnya, jumlah sperma yang sedikit dapat memengaruhi peluang kehamilan.

Melansir Health Line, beberapa pria dengan oligospermia memang masih bisa membuat pasanganya hamil meski jumlah spermanya lebih sedikit.

Tapi, proses pembuahan dan kehamilan mungkin akan menjadi lebih sulit.

Pasangan dengan masalah oligospermia mungkin perlu lebih banyak upaya daripada pasangan tanpa masalah kesuburan ini.

Beberapa penyebab oligospermia yang paling umum juga dapat meningkatkan risiko pria untuk masalah kesuburan lainnya. Ini termasuk masalah motilitas sperma.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.