Kompas.com - 30/03/2021, 22:05 WIB

Pada awal Maret lalu, BKKBN Pusat mengungkapkan rencana menjadikan Solo sebagai daerah pecontohan pelaksanaan pogram Pendataan Keluarga dan Penurunan Angka Stunting karena angka kejadian stunting di kota ini termasuk terendah di Indonesia, begitu juga dengan angka kematian ibu hamil.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan sinergi dan kolaborasi antarpihak menjadi kunci penanganan stunting di Kota Bengawan.

Di lingkungan Pemkot Solo sendiri, penanganan stunting bukan hanya diampu oleh DKK, tapi juga didukung oleh organisasi perangkat daerah (OPD) lain, seperti Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DispertanKPP), termasuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DisperumKPP).

Pemkot selama ini juga sering kali menggandeng maupun menerima dukungan dari banyak pihak luar dalam penanganan stunting, seperti perumda, institusi pendidikan, kelompok masyarakat, fasilitas kesehatan (faskes) swasta, termasuk pelaku usaha atau perusahaan swasta.

“Permasalahan stunting ini memang perlu atau harus dikeroyok bersama-sama,” kata Gibran saat dimintai tanggapan pada Rabu (24/3/2021).

Meski angka kejadian stunting di Solo sudah relatif rendah, Gibran masih ingin membuat keadaan yang lebih baik lagi. Pada prinsipnya, dia berujar, tidak boleh ada bayi stunting di Solo.

Gibran pun menyampaikan keinginan untuk dapat menyediakan rumah sakit dan puskesmas khusus ibu hamil dan anak di Solo.

Fasilitas kesehatan ini diarahkan bisa fokus pada pelayanan “sehat” ibu hamil dan anak. Artinya, rumah sakit dan puskesmas khusus ibu dan anak tidak menerima pelayanan “sakit” atau disatukan dengan orang sakit dan lainnya.

"(Faskes) Ini untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dan anak-anak," ungkap dia.

Dia juga mengaku siap mendukung suksesnya Pendataan Keluarga tahun 2021 oleh BKKBN Pusat. Gibran menilai ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari program pendataan ini.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.