Kompas.com - 21/04/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi ibu hamil SHUTTERSTOCK/zffotoIlustrasi ibu hamil

KOMPAS.com - Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan ciri-ciri tekanan darah tinggi, gangguan liver, dan ginjal.

Gangguan kehamilan ini biasanya muncul setelah usia kandungan menginjak 20 minggu.

Jika tidak diobati, preeklamsia bisa berdampak fatal pada bayi di dalam kandungan maupun ibu hamil.

Baca juga: Penyebab dan Tanda Preeklamsia

Melansir Mayo Clinic, penyebab preeklamsia bisa berasal dari banyak faktor. Komplikasi kehamilan ini berawal dari masalah pada plasenta atau organ untuk memberik makanan ke janin.

Di awal kehamilan, normalnya pembuluh darah baru berkembang agar bisa memasok darah ke plasenta.

Namun, pembuluh darah ibu hamil dengan preeklamsia tidak berfungsi optimal karena terlalu sempit atau mengalami masalah hormon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibatnya, pasokan darah termasuk oksigen ke plasenta jadi terhambat.

Ibu hamil dengan kehamilan berisiko tinggi, punya riwayat preeklamsia, memiliki penyakit kronis tertentu, sampai hamil anak kembar berisiko terkena preeklamsia.

Bebebarapa faktor risiko preeklamsia di atas memang tidak bisa diubah. Namun, dengan pemeriksaan kehamilan, komplikasi kesehatan ini bisa diminimalkan.

Baca juga: Perbedaan Preeklamsia Ringan dan Preeklamsia Berat

Selain itu, lakukan beberapa cara mencegah preeklamsia pada ibu hamil berikut:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X