Kompas.com - 02/05/2021, 16:02 WIB
Ilustrasi jus tomat. ShutterstockIlustrasi jus tomat.

KOMPAS.com – Minuman untuk menurunkan darah tinggi penting dikenali sebagai bagian dari cara mengontrol hipertensi.

Seperti diketahui, tekanan darah tinggi adalah kondisi yang tak boleh dibiarkan begitu saja.

Tekanan darah yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Anak-anak dan Remaja?

Orang dewasa dapat didiagnosis menderita hipertensi atau darah tinggi jika memiliki tekanan darah 140/90 mmHg.

Angka 140 menunjukkan tingkat tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh atau biasa disebut sebagai tekanan sistolik.

Sedangkan angka 90 berarti tekanan saat jantung beristirahat sejenak sebelum kembali memompa atau kerap disebut sebagai tekanan diastolik.

Salah satu garis pertahanan pertama yang bisa dilakukan untuk melawan tekanan darah tinggi adalah diet atau mengatur pola makan.

Menerapkan diet ramah tekanan darah dapat membantu menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat tanpa efek samping seperti yang dapat disebabkan oleh obat-obatan.

Selain makanan tertentu yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, beberapa jenis minuman juga dapat membantu.

Berikut ini adalah beragam minuman untuk menurunkan darah tinggi yang dapat dipertimbangkan:

1. Jus tomat

Melansir Health Line, bukti yang berkembang menunjukkan bahwa minum satu gelas jus tomat per hari dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Dalam studi yang diterbitkan Jurnal Food Science & Nutrition pada 2019, peneliti dari Tokyo Medical and Dental University, Jepang dan Tucson Plant Breeding Institute mengevaluasi efek minum rata-rata satu cangkir jus tomat per hari di antara partisipan dengan faktor risiko penyakit jantung.

Para peneliti menyimpulkan bahwa jus tomat bisa menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, termasuk kolesterol jahat atau kolesterol low-density lipoprotein (LDL).

Sturi lainnya telah melaporkan hasil serupa di antara orang dengan hipertensi stadium 1 dan wanita hamil.

Untuk menghindari natrium yang tidak perlu, yang dapat berdampak sebaliknya pada tekanan darah, pastikan untuk membeli jus tomat tawar.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Natrium Tinggi

2. Jus bit

Sayuran berwarna-warni dan rendah kalori ini bukan hanya mengandung sejumlah vitamin, mineral, dan senyawa nabati yang bisa meningkatkan kesehatan, tapi juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Human Hypertension pada 2016 menemukan bahwa jus bit mentah dan matang sama-sama bisa menurunkan tekanan darah. Namun, jus bit mentah ditemukan bisa berdampak lebih besar pada tekanan darah.

Bit kaya akan nitrat makanan, senyawa yang diketahui memiliki efek penurun tekanan darah.

3. Jus buah prune

Ilustrasi buah plumtacstef Ilustrasi buah plum

Buah prune adalah buah plum yang dikeringan.

Jus buah prune selama ini mungkin telah dikenal dapat membantu meringankan sembelit.

Menariknya, jus buah prune juga diyakini dapat menjadi minuman untuk menurunkan darah tinggi.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Efek ini salah satunya dilaporkan dalam sebuah studi yang diterbitkan Journal of Ayub Medical College Abbottabad pada 2010.

Peneliti membandingkan tiga kelompok partisipan: satu kelompok makan tiga buah prune per hari, kelompok kedua makan enam buah prune per hari, dan kelompok ketiga tidak makan buah prune sama sekali.

Para peneliti melaporkan penurunan tekanan darah yang signifikan di antara partisipan yang makan satu dosis tiga buah prune per hari.

Sementara kelompok partisipan yang makan enam buah prune per hari mengalami penurunan tekanan darah sistolik tambahan.

Selain dapat menurunkan tekanan darah, konsumsi tiga dan enam buah prune ditemukan juga dapat menurunkan kolesterol jahat.

Untuk mendapatkan manfaat ini, minumlah segelas jus buah prune 100 persen atau buat sendiri dengan mencampurkan buah prune.

4. Jus delima

Delima bukan hanya kaya nutrisi seperti folat dan vitamin C, tetap juga memiliki efek antiinflamasi yang kuat.

Maka, tidak mengherankan jika jus buah delima dapat berkontribusi pada diet jantung sehat.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Asam Folat Tinggi

Sebuah tinjauan terhadap delapan uji coba terkontrol secara acak menemukan bahwa mengonsumsi jus delima dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Tinjauan ini telah diterbitkan dalam Jurnal Pharmacological Research pada 2017.

Efek pada tekanan darah tidak bergantung tergantung pada seberapa lama partisipan mengonsumsi jus delima dan seberapa banyak.

Sementara, para peneliti merekomendasikan dosis konsumsi jus buah delima setidaknya 240 mililiter untuk menurunkan tekanan darah diastolik.

Jika Anda memutuskan untuk menambahkan jus delima ke dalam makanan Anda, pastikan itu adalah jus 100 persen tanpa tambahan gula.

5. Jus beri

Seperti buah delima, buah beri, terutama blueberry memiliki sifat antioksidan yang kuat. Namun, sedikit yang diketahui tentang manfaat jantungnya.

Ulasan pada 2020 melaporkan bahwa minum jus cranberry atau ceri dapat meningkatkan tekanan darah.

Baca juga: 18 Makanan yang Mengandung Vitamin E Tinggi

Ulasan lain yang diterbitkan di Jurnal Nature pada 2016 menemukan bahwa mengonsumsi buah beri dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan kolesterol jahat.

Dalam kedua kasus tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa buah beri kemungkinan memiliki manfaat kardiovaskular.

Meski demikian, lebih banyak penelitian tetap perlu dilakukan untuk mengklarifikasi peran buah beri dalam mencegah dan mengendalikan penyakit jantung.

Jika Anda memilih jus beri yang dibeli di luat, pastikan jus tersebut tidak mengandung gula tambahan.

6. Susu skim

Produk susu rendah lemak seperti susu skim dan yogurt juga bisa dimanfaatkan sebagai minuman untuk menurunkan darah tinggi.

Produk susu rendah lemak bahkan termasuk komponen kunci dari strategi diet untuk mengatasi hipertensi.

Baca juga: 11 Makanan yang Mengandung Lemak Tinggi tapi Justru Menyehatkan

Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Human Hypertension pada 2011, para peneliti memeriksa asupan produk susu rendah dan tinggi lemak dan bagaimana masing-masing produk tersebut memengaruhi tekanan darah. Studi ini melibatkan kira-kira 45.000 orang dewasa.

Para peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi susu rendah lemak dikaitkan dengan penurunan risiko tekanan darah tinggi.

Usahakan untuk mengonsumsi dua hingga tiga porsi produk susu rendah lemak per hari.

7. Teh hijau

Dalam hal tekanan darah, tidak semua teh dibuat sama.

Sebuah tinjauan terhadap beberapa uji coba terkontrol, membandingkan efek konsumsi teh hitam dan teh hijau pada tekanan darah.

Para peneliti melaporkan bahwa asupan jangka panjang kedua jenis teh tersebut dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Namun, penurunan tekanan darah terjadi lebih signifikan untuk teh hijau.

Tinjauan ini telah diterbitkan dalam The British Journal of Nutrition pada Oktober 2014.

Baca juga: 8 Minuman untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi

8. Jus kiwi

Melansir Medical News Today, mengonsmsi satu porsi buah kiwi setiap hari terbukti dapat mengurangi tekanan darah pada orang dengan tekanan darah agak tinggi, menurut hasil sebuah penelitian.

Para peneliti membandingkan efek apel dan kiwi pada orang dengan tekanan darah agak tinggi.

Para peneliti menemukan bahwa makan tiga kiwi sehari selama 8 minggu menghasilkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih signifikan, dibandingkan dengan makan satu apel sehari untuk periode yang sama.

Kiwi dapat menyebabkan penurunan darah tinggi mungkin karena zat bioaktif yang terkandung di dalamnya.

Kiwi juga kaya vitamin C yang secara signifikan dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Selain dikonsumsi secara langsung, kiwi merupakan buah yang nikmat juga dikonsumsi sebagai minuman jus atau smoothie.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Potasium Tinggi

9. Jus semangka

Semangka dilaporkan mengandung asam amino yang disebut citrulline. Senyawa inilah yang dapat membantu mengatur tekanan darah tinggi.

Citrulline membantu tubuh memproduksi oksida nitrat, gas yang melemaskan pembuluh darah dan mendorong fleksibilitas di arteri.

Efek ini membantu aliran darah yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Dalam sebuah penelitian, orang dewasa dengan obesitas dan prehipertensi atau hipertensi ringan yang mengonsumsi ekstrak semangka menunjukkan penurunan tekanan darah di pergelangan kaki dan arteri brakialis. Arteri brakialis adalah arteri utama di lengan atas.

Untuk meningkatkan asupan semangka, Anda bisa menikmatinya dalam bentuk minuman jus atau menambahkan buah ini ke salad dan smoothie.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Orang Dewasa?

10. Jus sayuran berdaun hijau

Banyak sayuran berdaun hijau kaya akan nitrat yang dapat membantu mengatur tekanan darah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan 1-2 porsi sayuran kaya nitrat setiap hari dapat mengurangi hipertensi hingga 24 jam.

Contoh sayuran berdaun hijau meliputi:

  • Kubis
  • Sawi hijau
  • Kale
  • Selada
  • Bayam
  • Swiss chard

Untuk mengonsumsi sayuran hijau dalam dosis harian, Anda juga bisa menjadikannya sebagai jus.

Baca juga: 9 Sayuran Terbaik untuk Dibuat Jus


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X