Kompas.com - Diperbarui 29/04/2022, 19:38 WIB
Ilustrasi makanan khas lebaran. SHUTTERSTOCK/IKA RAHMAIlustrasi makanan khas lebaran.

KOMPAS.com - Hari raya Idul Fitri kerap dirayakan dengan antusias lewat tradisi silaturahmi kepada sanak saudara. Kesempatan berkumpul ini makin lengkap dengan menikmati aneka sajian makanan khas Lebaran.

Sayangnya, beberapa makanan khas Lebaran yang terhidang di meja makan kerap tinggi kalori.

Sebut saja nastar nanas, opor ayam, rendang sapi, semur daging sapi, sambal goreng ati, sampai ketupat.

Berikut perbandingan kalori makanan populer khas Lebaran berikut tips menjaga pola makan sehat saat perayaan Idul Fitri.

Baca juga: 4 Cara Menghitung Berat Badan ideal

Kalori makanan khas Lebaran

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut daftar kalori beberapa makanan populer khas Lebaran:

  • Kalori nastar nanas per buah: 75 kkal
  • Kalori kacang goreng per 100 gram: 151 kkal
  • Kalori opor ayam per porsi: 392 kkal
  • Kalori rendang sapi per porsi: 468 kkal
  • Kalori semur daging sapi per porsi: 337 kkal
  • Kalori sambal goreng ati sapi per porsi: 346 kkal
  • Kalori ketupat per lima buah: 176 kkal

Untuk mencegah penumpukan kalori saat Idul Fitri, Anda perlu bijak menjaga pola makan dan diimbangi olahraga.

Baca juga: Apakah Minum Air Putih Bisa Menurunkan Berat Badan?

Tips menjaga pola makan sehat saat Lebaran

Di tengah godaan sajian makanan khas Lebaran yang terhidang di meja makan, menjaga pola makan sehat saat merayakan Idul Fitri merupakan sesuatu yang cukup menantang.

Namun, demi kesehatan dan berat badan yang terkontrol, tak ada salahnya mengendalikan hawa nafsu setelah latihan berpuasa selama sebulan.

Berikut beberapa tips menjaga pola makan sehat saat Lebaran yang bisa dijajal:

  • Perhatikan porsi menu makanan Lebaran

Melansir Times of India, banyak orang cenderung gelap mata saat tersedia banyak hidangan di meja makan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.