Kompas.com - 22/05/2021, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Praktik menggerus obat memang sudah diterima dalam kalangan medis dan menjadi hal biasa.

Ada beberapa penyebab praktik ini dilakukan, antara lain mendapatkan dosis yang sesuai, kemudahan pasien menelan obat, dan lain sebagainya.

Namun, ternyata tidak semua obat boleh digerus.

Baca juga: 5 Alasan di Balik Aturan Minum Obat Setelah Makan

Berdasarkan artikel jurnal berjudul “Oral Dosage Forms that Should Not Be Crushed or Chewedmenggerus obat dapat secara substansial mengubah farmakokinetiknya, atau efek obat terhadap tubuh.

Misalnya, kasus pemberian obat terhadap pasien dengan selang nasogastrik.

Karena ketidakmampuan untuk menelan makanan, pasien terpaksa diberi obat yang digerus melalui selang nasogastrik.

Praktik ini memiliki risiko mengubah farmakokinetik obat.

Menggerus obat secara sembarangan juga dapat menyebabkan rasa yang buruk.

Beberapa obat secara inheren bersifat korosif pada mukosa mulut dan/atau saluran pencernaan bagian atas.

Obat jenis ini tidak disarankan untuk digerus karena rasanya sangat pahit dan mampu menodai mukosa mulut dan gigi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.