Kompas.com - 15/06/2021, 15:02 WIB
Ilustrasi serangan jantung saat olahraga blanscapeIlustrasi serangan jantung saat olahraga

KOMPAS.com - Serangan jantung adalah keadaan darurat medis.

Kondisi ini terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup darah.

Padahal darah diperlukan untuk membawa oksigen dan nutrisi ke otot jantung.

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Ketika Merasa Mengalami Serangan Jantung

Apabila tidak ada cukup darah yang mengalir ke otot jantung, bagian yang terkena bisa rusak atau mati. Kondisi ini berbahaya dan mematikan.

Meski serangan jantung bisa mematikan, beberapa orang dapat selamat dari kejadian ini.

Bertindak cepat ketika Anda melihat orang lain menunjukkan gejala serangan jantung bisa meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Yang Harus Dilakukan Ketika Melihat Orang Lain Mengalami Serangan Jantung
Pahami apa saja yang harus dilakukan ketika melihat orang lain mengalami serangan jantung untuk memperbesar peluang mereka bertahan hidup.
Bagikan artikel ini melalui

Apa yang harus dilakukan jika melihat orang lain mengalami serangan jantung?

Masyarakat umum mungkin menganggap serangan jantung selalu terjadi secara tiba-tiba.

Sebenarnya, ada tanda-tanda yang bisa menjadi peringatan akan terjadinya serangan jantung.

Melansir Health Line, seseorang yang mengalami serangan jantung mungkin akan memiliki salah satu atau semua kondisi berikut:

  • Ketidaknyamanan di dada, terutama bagian tengah yang berlangsung lebih dari beberapa menit atau datang dan pergi. Ketidaknyamanan mungkin terasa seperti ditekan, sesak, diremas, atau nyeri
  • Nyeri atau ketidaknyamanan yang menyebar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, gigi atau kadang-kadang perut bagian atas
  • Sesak napas yang bisa datang dengan atau tanpa ketidaknyamanan dada
  • Sensasi yang tidak biasa seperti keringat dingin, mual, muntah, perasaan ingin pingsan, atau pusing. Wanita lebih mungkin mengalami gejala semacam ini dibandingkan pria

Baca juga: 8 Tanda Peringatan Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Serangan jantung pada umumnya menyebabkan nyeri dada selama lebih dari 15 menit.

Beberapa penderita mengalami nyeri dada ringan, sementara yang lainnya bisa mengalami nyeri yang lebih parah.

Ketidaknyamanan ini pada umumnya digambarkan sebagai perasaan seperti ditekan, diremas, atau nyeri di dada. Tapi, beberapa orang mungkin juga tidak memiliki nyeri dada atau tekanan sama sekali.

Beberapa serangan jantung memang dapat menyerang secara tiba-tiba. Tapi, perlu diketahui bahwa banyak orang bisa juga memiliki tanda-tanda peringatan serangan jabeberapa jam atau beberapa hari sebelumnya.

Merangkum Mayo Clinic, jika melihat orang lain menunjukkan gejala serangan jantung, Anda bisa melakukan beberapa langkah pertolongan pertama berikut:

1. Jangan panik dan segera menghubungi nomor darurat medis terdekat

Jangan pernah abaikan gejala serangan jantung.

Baca juga: 13 Penyebab Keringat Dingin, Termasuk Gejala Serangan Jantung?

Katakan dengan jelas bahwa Anda sedang bersama dengan orang yang dicurigai mengalami serangan jantung.

Ingatlah bahwa mencoba untuk membawa penderita serangan jantung ke rumah sakit dengan upaya sendiri bukanlah pilihan utama. Hal ini bisa membuat penderita terlambat menerima penanganan petugas medis.

Sambil menunggu petugas medis tiba, cara lain yang bisa Anda lakukan untuk adalah mencoba membuat penderita duduk dan menenangkan diri.

Buat penderita nyaman, misalnya dalam posisi setengah duduk dengan menyandarkan kepala dan bahu sambil menekuk kedua lututnya untuk melepaskan ketegangan jantung.

Selain itu, coba longgarkan pakaian di leher, dada, dan pinggang.

2. Tanyakan apakah penderita mengonsumsi obat jantung

Jika penderita serangan jantung sepenuhnya sadar, coba tanyakan apakah mengonsumsi obat jantung atau tidak, misalnya aspirin.

Jika iya, coba bantu panderita untuk meminumnya sambil menunggu bantuan petugas medis.

Baca juga: Paracetamol atau Ibuprofen, Mana yang Lebih Baik untuk Obat Demam?

Aspirin dapat membantu menjaga darah dari pembekuan. Ketika dikonsumsi selama serangan jantung, aspirin bisa mengurangi kerusakan jantung.

Di sisi lain, jika penderita tak punya aspirin, sebaiknya Anda jangan asal memberikan obat tersebut. Pasalnya, bisa jadi penderita alergi terhadap aspirin atau telah diberi tahu oleh dokter untuk jangan pernah minum obat itu karena berbagai pertimbangan.

Selain aspirin, ada juga obat lain, seperti nitrogliserin yang bisa dikonsumsi oleh penderita serangan jantung.

Jika penderita telah diresepka nitrogliserin di masa lalu oleh dokter untuk penyakit jantung atau angina, dan obat berada di jangkauan, Anda bisa memberikan obat ini sesuai dosis.

3. Memberikan resusitasi jantung paru (RPJ) atau cardiopulmonary resuscitation (CPR)

Apabila penderita serangan jantung tidak sadarkan diri, hubungi rumah sakit terdekat sembari memberikan bantuan RPJ yang benar.

Baca juga: 7 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Perlu Diwaspadai

Dorong keras dan cepat di bagian tengah dada orang tersebut dengan ritme yang cukup cepat, sekitar 100-200 kompresi per menit.

Jika Anda belum bisa memberikan bantuan RPJ, sambil menunggu bantuan medis, Anda bisa meminta instruksi dari petugas operator medis.

Jangan memaksakan diri untuk melakukan RJP jika Anda tidak yakin bisa melakukannya.

4. Manfaatkan defibrillator

Jika Anda berada di ruang publik seperti toko, sekolah, perpustakaan, atau tempat kerja, ada kemungkinan tersedia defibrillator di sana.

Defibrillator adalah jenis perangkat yang digunakan untuk memulihkan kembali orang yang mengalami serangan jantung.

Jika defibrilator eksternal otomatis (AED) segera tersedia dan pendeita tidak sadarkan diri, ikuti petunjuk perangkat untuk menggunakannya.

Kebanyakan defibrillator dilengkapi dengan instruksi yang mudah digunakan. Jadi mungkin bagi pekerja non-medis masih bisa menggunakannya.

Perlu diingat bahwa, jangan pernah meninggalkan penderita serangan jantung sendirian.

Selagi menunggu penderita mendapatkan pertolongan medis, yakinkan atau besarkan hati mereka.

Baca juga: 6 Penyebab Nyeri Dada Saat Olahraga

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Health
Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran

Penyakit
Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.