Kompas.com - 09/07/2021, 08:01 WIB

Ada juga yang membatasi asupan garam atau natrium maksimal 1.500 miligram (maksimal dua per tiga sendok teh garam) per hari.

Sedikit banyaknya asupan garam yang dibatasi tergantung kondisi hipertensi penderita. Konsultasikan ke dokter terkait untuk mengetahui batasan garam atau natrium yang paling tepat.

Baca juga: Diet Hipertensi, Ikuti Takaran Garam Per Hari Berikut...

Menu untuk diet hipertensi

Diet hipertensi pada dasarnya mengarahkan penderita tekanan darah tinggi untuk mengurangi konsumsi lemak jahat, membatasi asupan garam atau natrium, berpantang asupan kolesterol tinggi, dan makan banyak serat.

Berikut beberapa contoh menu untuk diet hipertensi:

  • Biji-bijian dan sumber karbohidrat: nasi, ubi, ketan, singkong, terigu, tapioka, makaroni.
  • Protein hewani: ikan segar, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak (maksimal dua potong sehari), telur maksimal satu butir sehari, susu rendah atau tanpa lemak segelas sehari.
  • Protein nabati: kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, tempe, tahu, oncom.
  • Sayuran: segala jenis sayuran segar seperti sawi, kangkung, bayam, buncis, kacang panjang, sampai kemangi. Hindari sayuran beku, acar, dan asinan sayur.
  • Buah: semua buah segar seperti pepaya, pisang, jeruk, apel, mangga, semangka, sampai anggur. Hindari keripik buah, manisan buah, buah kalengan, dan buah yang diawetkan.
  • Lemak: minyak goreng atau sayur maksimal dua sampai tiga sendok teh per hari. Hindari margarin dan mentega yang mengandung banyak garam atau natrium.

Selain mempertimbangkan jenis makanan, menu diet hipertensi juga wajib dimasak dengan cara yang sehat.

Hindari makanan yang digoreng karena bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Minyak dapat digunakan untuk menumis. Atau, pilih teknik memasak yang lebih sehat lainnya seperti dikukus, direbus, dipepes, atau dipanggang.

Baca juga: 7 Makanan Pantangan Penderita Hipertensi yang Perlu Dihindari

Tips diet hipertensi

Diet hipertensi fokus utamanya untuk menekan asupan garam dan natrium agar tidak ada air atau garam yang terlalu banyak terikat di jaringan tubuh. Dengan begitu, tekanan darah bisa terkontrol.

Merangkum sejumlah sumber, berikut beberapa tips diet hipertensi:

  • Jika sudah menambahkan garam sebagai bumbu masakan, hindari tambahan penyedap, bumbu siap saji, atau saus saat memasak karena biasanya tinggi garam.
  • Agar rasa masakan tetap gurih dan kaya rasa, kurangi garam dan tambahkan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, kunyit, kencur, laos, salam, sereh, dll.
  • Pilih buah dan sayuran segar. Hindari jenis yang beku, kalengan, atau keripik.
  • Cermati setiap label makanan, pilih opsi yang paling rendah garam dan natrium.
  • Hindari segala jenis makanan olahan, makanan beku, makanan kalengan, dan makanan berpengawet.

Pastikan Anda berkonsultasi dengan ahli gizi dan dokter yang menangani sebelum menjalankan diet hipertensi untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Baca juga: Minum Obat Hipertensi Pagi atau Malam Hari, Mana yang Lebih Baik?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.