Kompas.com - 18/07/2021, 07:31 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer akhirnya kantongi izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Efikasi vaksin Comirnaty ini capai 100 persen pada anak usia 12 tahun. Vaksin mRNA ini harus disimpan pada suhu minus 90 derajat Celsius. SHUTTERSTOCK/Daniel ChetroniIlustrasi vaksin Pfizer akhirnya kantongi izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Efikasi vaksin Comirnaty ini capai 100 persen pada anak usia 12 tahun. Vaksin mRNA ini harus disimpan pada suhu minus 90 derajat Celsius.

KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 sangat berperan penting agar kita tidak mudah tertular atau mengalami sakit berat saat terpapar virus Corona.

Selain itu, vaksin juga membantu agar segera tercipta herd immunity atau kekebalan kelompok yang sangat berperan penting untuk mengakhiri pandemi ini.

Banyak masyarakat mengalami efek samping tertentu setelah mendapatkan vaksin Covid-19, misalnya sakit kepala, nyeri, tubuh lemas, demam, dan sejenisnya.

Sebenarnya, rekasi tersebut sama dengan respon tubuh ketika mendapatkan vaksin lainnya.

Baca juga: 11 Gejala Kekurangan Vitamin B1 yang Perlu Diwaspadai

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Melansir Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah vaksinasi atau imunisasi biasanya ada beberapa orang yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

KIPI adalah kejadian medik yang diduga berhubungan dengan imunisasi.

Gejala medis ini biasnaya bersifat sementara dan ringan, lalu akan hilang dengan sendirinya meski tanpa pengobata.

Beberapa gejala yang muncul akibat KIPI antara lain nyeri, bengkak, dan kemerahan di lokasi suntikan, atau demam, sakit kepala, lelah atau tidak enak badan, mengantuk, mual, dan lapar.

Untuk menanganinya, Anda bisa mengompres air dingin area tubuh yang mengalami nyeri atau bengkak karena suntikan.

Saat mengalami demam, Anda bisa mengatasinya dengan mengompres atau mandi air hangat.

Selain itu, perbanyak pula minum air putih dan istirahat. Jika dierlukan, Anda bisa minum obat sesuai keperluan.

Jika terjadi reaksi KIPI yang berat, Anda juga harus melakukan pelaporan kepada petugas yang bersangkutan.

Pelaporan bisa dilakukan melalui nomor telepon yang tertera padakartu vaksinasi.

Untuk meringankan reaksi KIPI, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan kita agar mengonsumsi makanan yang mengandung air tinggi setelah mendapatkan vaksin.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Vaksin Covid-19 Bisa Ganggu Siklus Menstruasi?

Anda juga bisa mengonsumsi makanan anti-inflamasi, seperti sup ayam, agar membantu menghidrasi tubuh setelah mendapatkan vaksin.

Pelitian dalam jurnal Chest juga membuktikan sup ayam mengandung antiinflamasi ringan.

Komponen yang ada di dalam sup ayam termasuk ayam, wortel, seledri, peterseli, garam, dan merica juga membantu melawan peradangan.

Ketika merasa tidak enak badan usai imunisasi, cobalah mengonsumsi makanan berkuah yang mengandung sayuran seperti kangkung, kacang-kacangan, lentil, kentang, dan brokoli.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Lutut
Sakit Lutut
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

Health
Gangrene

Gangrene

Penyakit
7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

Health
Gangguan Menstruasi

Gangguan Menstruasi

Penyakit
Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.